
Dinkes: Keberhasilan pengobatan TB di Batam capai 75,4 persen

Batam (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mencatat sebanyak 75,4 persen pasien tuberkulosis (TB) di wilayah tersebut telah berhasil diobati hingga April 2026.
“Hingga April, tingkat keberhasilan pengobatan TB di Batam saat ini tercatat sebanyak 1.179 pasien atau sekitar 75,4 persen,” kata Kepala Dinkes Kota Batam Didi Kusmarjadi saat dihubungi di Batam, Senin.
Selain itu, capaian pengobatan untuk TB sensitif obat (SO) mencapai 89 persen, sedangkan pengobatan TB resisten obat (RO) mencapai 95,7 persen.
Ia juga mengatakan hingga April 2026 terdapat 9.732 terduga kasus TB yang telah menjalani skrining di Kota Batam.
“Data kasus TB Kota Batam sampai April 2026, terduga TB sebanyak 9.732, dan penemuan kasus TB di Batam saat ini mencapai 1.380 kasus,” ujar Didi.
Meski demikian, menurut Didi, capaian keberhasilan pengobatan di Batam tersebut terus dipacu agar dapat memenuhi target minimal 95 persen yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.
Ia menjelaskan bahwa terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi di lapangan untuk mencapai target optimal pengobatan.
“Masih ada pasien yang perlu edukasi dan pemahaman lebih mendalam tentang TB agar tidak takut memulai pengobatan, tidak khawatir terhadap efek samping obat, serta terhindar dari stigma di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dinkes Batam juga menghadapi tantangan dalam pemantauan berkelanjutan terhadap sejumlah pasien setelah dinyatakan positif TB.
“Ada pasien yang sudah terdiagnosis positif TB namun sulit dihubungi kembali atau lost contact, berpindah tempat tinggal, kembali ke daerah asal, atau tidak datang lagi ke fasilitas kesehatan,” kata Didi.
Tantangan lainnya, kata dia, yakni rendahnya kepatuhan pengobatan karena terapi TB membutuhkan waktu cukup panjang, minimal enam bulan untuk TB sensitif obat dan lebih lama untuk TB resisten obat.
“Sebagian pasien berhenti berobat karena merasa sudah sehat, bosan minum obat, atau mengalami efek samping obat,” katanya.
Selain itu, penyakit penyerta seperti diabetes, Human Immunodeficiency Virus (HIV), malnutrisi, dan penyakit kronis lainnya turut memengaruhi keberhasilan pengobatan pasien.
Untuk mendukung deteksi dini, Dinkes Batam menyediakan layanan Tes Cepat Molekuler (TCM) di Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) Baloi Permai.
“Untuk Tes Cepat Molekuler tidak berbayar, terutama bagi masyarakat yang memiliki BPJS Kesehatan maupun KTP Batam,” ujar Didi.
Ia juga mengatakan seluruh puskesmas melayani program pengobatan TB.
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
