Logo Header Antaranews Kepri

UMKM Terganjal Perizinan Halal dalam Bazar Singapura

Minggu, 15 Juli 2012 13:30 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Sekitar 50 pelaku usaha mikro kecil menengah dari Indonesia tidak dapat mengikuti bazar Hari Raya Light Up and Celebrations 2012 di Singapura pada bulan Ramadhan karena belum memiliki sertifikat halal.

"Hanya 30 yang bisa ikut pameran, itu yang seluruh izinnya terpenuhi," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah Kota Batam Nada Faza Soraya di Batam, Minggu.

Menurut Nada, kebanyakan pelaku UMKM tidak dapat menunjukan sertifikat halal dan persyaratan keamanan konsumsi manakanan sehingga tidak diizinkan memamerkan dagangannya di Negeri Singa.

"Kebanyakan UMKM makanan, kalau aksesoris dan baju, tidak ada masalah," kata Nada.

Padahal, kata dia, sebenarnya hasil UMKM halal, namun karena kesulitan mendapatkan sertifikasi, maka tidak dapat mengikuti pameran.

Pemerintah Singapura menerapkan standar yang tinggi dalam perizinan peserta bazar muslim terbesar dalam Geylang Serai.

Nada mengatakan sebenarnya pelaku UMKM usaha kuliner ingin mendapat sertifikat halal dan berbagai izin lainnya namun terkendala kemampuan.

Ia meminta pemerintah kota dan pemerintah pusat memberikan akses yang luas kepada pelaku UMKM mendapatkan perizinan.

"Kalau ada izin, tentunya mereka akan lebih mudah memasuki pasar internasional," kata Nada yang memfasilitasi UMKM untuk berpameran di Negeri Singa.

Kadin Batam menjalin kerja sama dengan Sekretariat Dunia Melayu Dunia Islam Singapura, Majlis Pusat Pertubuhan-Pertubuhan Budaya Melayu Singapura untuk memfasilitasi UMKM mengikuti bazar Ramadhan.

Sekretaris Jenderal Majlis Pusat tersebut, Saharudin Kassim mengatakan untuk pertama kalinya Geylang Festival bekerja sama dengan institusi di luar Singapura, yaitu Kadin Batam.

Majlis Pusat menyambut baik keikutsertaan UKM Indonesia pada acara tahunan yang ke-16 itu.

Setiap tahun, kata dia, sekitar 3,5 juta pengunjung memadati Geylang Serai. Dan 35 persennya adalah Non Melayu Islam.

Menurut dia, kebanyakan pengunjung memang selalu mencari produk Indonesia yang khas dan unik.

"Setiap tahun, produk Indonesia yang dicari," kata dia.

Umumnya, pembeli mencari baju muslim dan perlengkapan ibadah produk kerajinan tangan khas. (Y011/A013)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026