
Warga Sesalkan Masa Libur Puasa di Kepri

Batam (ANTARA Kepri) - Warga menyesalkan masa libur Puasa di Provinsi Kepulauan Riau yang dinilai terlalu berdekatan dengan libur pergantian tahun ajaran.
"Anak-anak hanya bersekolah tiga hari lalu libur lagi. Kenapa tidak libur dari awal saja," kata warga Tiban, Emi di Batam, Senin.
Beberapa sekolah di Batam menerapkan kebijakan masuk sekolah tahun ajaran baru 16 Juli 2012, sedang libur puasa dimulai 19 Juli sampai 27 Agustus 2012.
Menurut Emi, kebijakan itu membuat siswa bingung dan menjadi malas.
"Baru semangat masuk sekolah, langsung libur lagi. Masuk sekolah pertama juga hanya untuk orientasi. Apa guna," kata dia.
Emi juga mengeluhkan kewajiban membayar iuran sekolah pada waktu libur.
"Jadi saya lihat, tiga hari sekolah ini hanya sebagai alasan memungut iuran sekolah saja. Semuanya mubazir," kata dia.
Hal senada dikatakan warga Batam Kota, Aini yang menyesalkan waktu sekolah hanya tiga hari kemudian libur kembali.
"Kan lucu, terutama untuk anak yang baru pertama kali sekolah. Orientasi belum selesai, sudah libur kembali," kata dia.
Seharusnya, kata dia, dinas pendidikan mempertimbangkan dampak psikologis anak yang libur panjang lalu sekolah tiga hari kemudian libur lagi.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Yatim Mustafa membantah membuat kebijakan masuk sekolah tiga hari.
Ia mengatakan sekolah-sekolah di Kepri libur Puasa 30 Juli sampai 27 Agustus 2012.
"Libur Puasa 30 Juli sampai 27 Agustus," kata Kepala Dinas.
Ia mengatakan kebijakan tanggal libur Bulan Puasa dibuat dalam rapat koordinasi seluruh Dinas Pendidikan Kabupaten Kota di Kepri.
"Belajar seminggu, lalu mengerjakan tugas di rumah," kata dia.
Menurut dia, kebijakan meliburkan siswa saat Ramadhan demi efesiensi dan efektivitas jam belajar.
Ia mengatakan saat puasa, anak didik cepat merasa lelah sehingga ilmu pun sulit masuk.
"Anak-anak tidak boleh lelah," kata dia. (Y011/M020)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
