Logo Header Antaranews Kepri

Kendaraan Barang Dilarang Menyeberang pada H-3

Kamis, 9 Agustus 2012 12:01 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Cabang Batam, Kepulauan Riau, melarang mobil angkutan barang melintas mulai H-3 Lebaran 1433 Hijriah untuk memberi kesempatan kepada seluruh pemilik kendaraan pribadi menyeberang.

"Mulai H-3 Lebaran (16/8) mobil pengangkut barang dilarang menyeberang. Kami mengutamakan kendaraan pribadi yang ingin mudik agar semua terangkut," kata Manajer Usaha PT ASDP Cabang Batam AM Heriyanto di Batam, Rabu.

Ia mengatakan, pada musim mudik 2012 ASDP Cabang Batam mengoperasikan tiga kapal penyeberangan (roll on roll/roro) tujuan Batam-Tanjunguban, Bintan, serta satu kapal tujuan Batam-Tanjung Balai Karimun.

Heriyanto mengatakan, semua keberangkatan dari Pelabuhan Telagga Punggur Batam ke Tanjung Uban Pulau Bintan dan Parit Rampak, Tanjung Balai karimun tarifnya sama seperti hari-hari biasa.

Harga tiket roro Telaga Punggur Batam ke Tanjung Uban Bintan dewasa Rp 14.800, anak Rp 11.800, mobil dan pengemudi Rp 178.000, motor dan pengemudi Rp 25.000.

"Selain tarifnya normal, kami juga menambah trip penyeberangan dari Telaga Punggur ke Tanjung Uban dan sebaliknya dari 12 trip per hari menjadi 16 trip per hari," kata dia.

Ia mengatakan, penambahan tersebut mengantisipasi penumpukan penumpang seperti yang terjadi pada musim mudik Lebaran 1432 Hijriah tahun lalu.

"Tahun lalu dengan dua roro ternyata tidak mampu melayani semua barang dan penumpang yang akan menyeberang ke Tanjung Uban. Makanya tahun ini ada tiga kapal motor yang akan melayani," kata dia.

Selain melayani penyeberangan ke Tanjung Uban, kata Heriyanto, Pelabuhan PT ASDP Telaga Punggur juga melayani penyeberangan ke Pelabuhan Tanjung Berakit, Tanjung Balai Karium dan Buton Mengkapan Siak Riau sekali dalam sepekan.

Hingga saat ini, arus mudik di Pelabuhan Roro Telaga Punggur belum mengalami peningkatan berarti dibanding hari-hari biasa. (KR-LNO/O001)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026