
Omzet Penjualan Pakaian Muslim di Karimun Meningkat

Karimun (ANTARA Kepri) - Omzet penjualan pakaian muslim di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, meningkat 20 persen menjelang Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah.
"Dibandingkan dengan hari biasa, terjadi kenaikan sekitar 20 persen. Kalau biasanya busana muslimah hanya laku empat atau lima pasang pada hari biasa, sekarang menjadi enam hingga tujuh pasang," kata Bujang, pedagang khusus busana muslimah di Pasar Puakang, Tanjung Balai Karimun, Sabtu.
Bujang mengatakan peningkatan omzet penjualan sebanyak itu masih kecil jika dibandingkan dengan Ramadhan tahun lalu yang meningkat mencapai 50 persen.
"Sekarang masih agak sepi, mungkin lima atau empat hari menjelang Hari Raya baru ramai," ucapnya.
Menurut dia, baju gamis merupakan jenis busana muslimah yang paling dicari pembeli, pada umumnya mereka membelinya untuk keperluan menunaikan shalat tarawih berjamaah di masjid.
"Ada pula yang sudah mulai membeli baju gamis untuk persiapan shalat Id, terutama sejak tiga hari belakangan ini," katanya.
Ia menyebutkan busana muslimah dagangannya didatangkan dari Jakarta dengan harga bervariasi, mulai dari yang paling murah hingga paling mahal.
Dia mencontohkan baju gamis atau baju kurung, per stel ia jual dengan harga mulai dari Rp400.000 hingga Rp450.000, jilbab dan selendang dengan harga Rp50.000 hingga Rp180.000 per potong.
"Tergantung kemampuan beli, ada yang murah dan ada juga yang mahal," ujarnya.
Mimi, pramuniaga toko pakaian di Jalan Nusantara mengatakan omzet penjualan busana muslim seperti kopiah, jilbab, mukena dan baju kurung juga meningkat pada kisaran 30 persen.
"Peningkatannya belum tertinggi, namun lebih laris dibandingkan sebelum Puasa," katanya.
Menurut dia, baju koko, gamis dan mukena merupakan busana muslim yang paling dicari menjelang Idul Fitri.
"Kami sudah menyiapkan stok sebanyak 60 lusin untuk memenuhi permintaan baju koko, gamis atau mukena. Kalau masih kurang akan kami tambah lagi karena masih ada kesempatan untuk berbelanja di pedagang grosir Jakarta," katanya
Pada umumnya, kata dia, busana muslim di Pasar Sri Karimun didatangkan dari Jakarta dan Bukittinggi Sumatra Barat.
"Jenis busana muslim yang dijual tentu harus disesuaikan dengan kemampuan pembeli, apalagi di pasar yang pembelinya berasal dari warga ekonomi menengah ke bawah," tambahnya.
Sementara itu, pembeli juga ramai mengunjungi bazar Ramadhan yang di kawasan Kolong, Sei Lakam, Tanjung Balai Karimun.
Bazar Ramadhan yang buka setiap malam mulai pukul 19.00 hingga 24.00 WIB itu memiliki lebih dari 200 kios dengan menjual aneka pakaian muslim dan aksesoris untuk Lebaran.
"Sejak pekan lalu, pembeli sudah mulai ramai, mereka mencari busana muslim untuk dipakai pada Hari Raya," kata pedagang, Hasna. (KR-RDT/M008)
Editor: Masduki Attamami
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
