Logo Header Antaranews Kepri

Peserta KB Jangka Panjang Kepri 7,7 Persen

Kamis, 23 Agustus 2012 16:00 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Peserta KB metode jangka panjanga di Provinsi Kepulauan Riau baru sekitar 7,7 persen dari total pencapaian peserta baru selama Januari-Juni 2012 sebanyak 49.102 orang.

"Peserta KB jangka panjang implant (susuk), IUD (kontrasepsi dalam rahim/spiral), metode operasi pria (MOP/steril pria), metode operasi wanita (MOW/steril wanita) baru 7,7 persen dari total pencapaian selama semester pertama 2012," kata Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Sunarto, Kamis.

Sunarto mengatakan, Pada 2011, BKKBN melatih 350 bidan dan 120 dokter agar lebih terampil memberikan pelayanan kesehatan dan KB. Sementara 2012 ada sekitar 120 bidan dan puluhan dokter yang akan diberikan pelatihan serupa dengan tujuan meningkatkan peserta KB jangka panjang.

"Kami berharap dengan banyaknya tenaga medis yang telah dilatih tersebut, akan meningkatkan peserta KB terutama untuk jangka panjang," kata dia.

Ia mengatakan, KB jangka panjang efektif untuk daerah kepulauan yang tidak setiap saat bisa dijangkau oleh petugas untuk memberikan pelayanan.

"Target yang dibebankan pada BKKBN Kepri pada 2012 sebanyak 56.945 peserta baru dan sudah tercapai 49.102 peserta walaupun sebagian besar masih memilih alat kontrasepsi jangka pendek," kata dia.

Sunarto mengatakan pencapaian tersebut menempatkan Provinsi Kepri pada posisi pertama dalam prosentase pencapaian peserta KB baru pada semester pertama 2012.

Untuk mencapai target yang dibebankan pada 2012, kata Sunarto, BKKBN Kepri akan mengintensifkan pelayanan KB MKJP ke beberapa daerah perbatasan seperti Kabupaten Natuna dan Anambas.

"Daerah-daerah terluar akan menjadi target peserta KB baru kami, terutama untuk metode jangka panjang. Agar program KB bisa efektif," kata Sunarto.

Selain itu, BKKBN Kepri juga akan mendorong peran dokter dan bidan praktek swasta untuk meningkatkan pelayanan KB MKJB, mendorong masyarakat perusahaan untuk berperan serta mendukung program kependudukan dan keluarga berencana (KKB).

"Saat ini masyarakat yang belum terlayani sebesar 13 persan dari jumlah yang ingin ber-KB. Maka kami akan mengintensifkan kerjasama dengan berbagai pihak lain tersebut," kata dia.(KR-LNO/M019)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026