
Kebersihan Batam Normal Pekan Depan

Batam (ANTARA Kepri) - Kebersihan di Kota Batam Kepulauan Riau diperkirakan kembali normal pekan depan setelah sampah menumpuk di beberapa perumahan sejak H-2 Lebaran.
"Untuk normal kembali dibutuhkan waktu, pekan depan bisa normal," kata Wakil Wali Kota Batam, Rudi di Batam, Jumat.
Ia mengatakan, pihaknya memerintahkan Dinas Kebersihan untuk mengangkat seluruh sampah yang bertebaran.
Wakil Wali Kota mengatakan, sejak dua hari menjelang Lebaran banyak warga yang mengeluhkan sampah yang tidak terangkut.
Menurut Rudi, sampah menumpuk karena beberapa petugas kebersihan izin berlebaran.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Batam Suleman Nababan mengatakan mulai Kamis, seluruh petugas kebersihan dikerahkan mengangkut sampah-sampah yang berserakan di pemukiman warga dan jalan-jalan.
Nababan mengakui pelayanan pengangkutan sampah pada awal Lebaran berkurang.
"Sebenarnya petugas kebersihan tidak diliburkan. Tapi mereka juga berlebaran, kami tidak bisa melarang, itu hak asasi," kata dia.
Selain itu, saat Lebaran volume sampah kota juga meningkat sekitar 10 persen, kata dia, sehingga menambah tumpukan limbah di pemukiman.
"Sampah-sampah pada Lebaran juga bertambah sekitar 10 persen," kata dia.
Kepala Dinas mengingatkan warga masyarakat tidak membuang sampah sembarangan karena mengganggu kebersihan kota.
Ia mengatakan saat Lebaran, banyak masyarakat membuang sampah di badan jalan.
"Di Sei Harapan misalnya, banyak sampah di bahu jalan," kata dia.
Sampah rumah tangga menumpuk di beberapa tempat pembuangan sementara di Batam pada hari ke-4 Lebaran 2012.
"Sampah sudah lama tidak diangkut, mungkin karena petugasnya libur Lebaran," kata warga Batu Aji, Amir.
Bahkan, kata dia, di dekat SP Plaza sampah meluap hingga mengeluarkan bau menyengat.
"Di dekat SP Plaza itu baunya sudah ke mana-mana karena sampahnya sudah lama 'enggak' diangkut," kata Amir.
Warga Tanjung Piayu, Butarbutar juga mengeluhkan tidak terangkutnya sampah beberapa hari setelah Lebaran.
"Sampah berserakan, sudah sekitar dua minggu tidak terangkat," kata dia.
Akibatnya, sampah rumah tangga di depan rumah warga dikerubungi lalat dan mengeluarkan bau busuk. (Y011/S023)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
