Logo Header Antaranews Kepri

Pembangunan Perbatasan Perlu Sinergi Pusat dan Daerah

Kamis, 30 Agustus 2012 21:49 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Komunitas Merah Putih Kepulauan Riau menilai perlunya pemerintah pusat dan daerah membangun wilayah yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia tersebut.

"Kepulauan Riau (Kepri) menjadi daerah terdepan yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Karena itu harus ada sinergi antara pusat dan daerah untuk membangunya agar tidak terjadi kesenjangan dengan kedua negara tersebut," kata Ketua Komunitas Merah Putih (KMP) Kepulauan Riau Suprapto dalam Sarasehan Perbatasan Peringatan HUT ke-67 Kemerdekaan RI di SMKN VI Batam, Kamis.

Suprapto berharap ke depan wilayah perbatasan menjadi beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan menghasilkan sumber daya manusia yang siap bersaing dengan dunia global.

"Apalagi Batam yang berdekatan dengan negara tetangga. Tentunya banyak tuntutan yang harus dihadapi oleh generasi muda di perbatasan untuk bisa bersaing dengan negara tersebut," kata dia.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh ratusan pelajar tersebut, ia berharap dapat membangkitkan tekad mereka untuk belajar sehingga bisa menjadi generasi yang tangguh.

"Selain memberikan motivasi kepada para pelajar di perbatasan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menampung aspirasi masyarakat perbatasan sehingga dapat menyamakan strategi dalam pembangunan di perbatasan," kata Suprapto.

Pembangunan perbatasan, kata dia, memerlukan sumber daya manusia yang tangguh, dan bisa mendorong ekonomi tumbuh kuat.

Anggota DPRD Provinsi Kepri Surya Makmur Nasution yang hadir sebagai salah seorang pembicara mengatakan bahwa nasionalisme merupakan produk budaya bangsa yang harus dijaga.

"Generasi muda di perbatasan merupakan aset masa depan bangsa. Indonesia bukan negara gagal. Jika nasionalisme kuat maka Indonesia akan menjadi negara yang kuat pula. Semangat serta nilai-nilai nasionalisme di perbatasan harus senantiasa di pupuk," kata dia.

Ia mengingatkan semua generasi muda sebagai anak bangsa harus berpikir ke depan untuk kemajuan bangsa dan negara.

Ia juga berharap generasi muda lebih selektif terhadap budaya asing yang masuk melalui perbatasan.

Sekretaris Badan Pengelola Perbatasan Kepulauan Riau Sukardi mengatakan saat ini telah mendata semua potensi serta masalah yang ada di perbatasan, baik peningkatan fisik maupun pemberdayaan masyarakat perbatasan.

"Saat ini kami sedang fokus pada pendataan potensi serta kebutuhan di wilayah perbatasan. Pengembangan potensi tersebut menjadi pendorong kemajuan. Namun tentunya perlu dukungan dari pusat," kata Sukardi.

Ia mengatakan, jika masyarakat perbatasan sejahtera, maka ancaman perpecahan akan bisa diminimalkan. (LNO/E005)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026