Logo Header Antaranews Kepri

Ngenang Diusulkan Masuk FTZ Batam Bersama Tanjungsauh

Minggu, 9 September 2012 17:16 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Dewan Kawasan Batam Bintan Karimun mengusulkan Pulau Ngenang di Kota Batam masuk menjadi bagian dari Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) Batam.

"Kami mengusulkan Ngenang untuk masuk FTZ bersama Tanjung Sauh yang akan dijadikan pelabuhan alih kapal. Saat ini tengah diproses di kementerian," kata Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas Batam Bintan Karimun, Muhammad Sani di Batam, Minggu.

Ia mengatakan, Pulau Ngenang yang dekat dengan Tanjungsauh akan dijadikan tempat pendukung pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh yang akan dibangun berkapasitas 4 juta TEUs.

"Pengajuannya sekitar sebulan lalu. Kami tinggal menunggu keputusan dari pemerinah pusat," kata Sani yang juga Gubernur Kepri.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho mengatakan luas dua pulau yang diajukan masuk FTZ tersebut sekitar 800 hektare.

"Di Tanjungsauh jelas akan dibangun pelabuhan, untuk Pulau Ngenang kemungkinan dibangun industri penunjang keberadaan pelabuhan alih kapal," kata dia.

Djoko mengatakan, jika disetujui maka penduduk dua pulau tersebut akan direlokasi ke tempat lain.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Mustofa Widjaja mengatakan pembahasan status kedua pulau tersebut akan dilakukan lintas kementerian.

"Kementerian juga akan membentuk tim untuk mengkaji lebih jauh, usulan dua pulau itu masuk FTZ," kata dia.

Kedua pulau tersebut, kata Mustofa kemungkinan akan digabungkan setelah disetujui masuk kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas di Batam.

"Kemungkinan lewat reklamasi karena kedua pulau itu berdekatan. Hanya dipisahkan alur kecil atau semacam selat," jelas Mustofa.

Kemungkinan lain, kata dia, akan dibangun jembatan kecil untuk menghubungkan dua pulau yang terletak di sisi timur Kota Batam tersebut.

"Semua akan dilakukan jika statusnya sudah jelas masuk FTZ. Sekarang masih dibahas. Ngenang penting untuk menjadi penunjang bagi aktivitas rencana pelabuhan dan industri di Tanjungsauh," kata Mustofa. (LNO/A013)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026