
Tongkang Granit Dikandaskan di Karimun

Karimun (ANTARA Kepri) - Sebuah tongkang pengangkut 3.601,51 ton batu granit TK DPW 2303 dikandaskan nakhoda di perairan Pulau Tulang, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, saat dalam perjalanan dari Kijang, Pulau Bintan, menuju Dumai, Riau.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun Letkol Laut (P) Sawa melalui Perwira Pelaksana (Palaksa) Mayor Ashari Sunan Abidin di Tanjung Balai Karimun mengatakan, TK DPW 2303 yang ditarik TB 11 dikandaskan Rabu pagi setelah mengalami kebocoran pada lambung sekitar pukul 02.30 WIB dinihari.
"Nakhoda dan kru kapal yang berjumlah delapan orang tidak mampu mengatasi kebocoran sehingga mereka memutuskan untuk menarik tongkang ke perairan Pulau Tulang dan selanjutnya dikandaskan," katanya.
Ashari mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun sebagian muatan tenggelam ke laut karena saat kandas posisi tongkang dalam keadaan miring mencapai 45 derajat.
"Personel Pos AL Selat Belia langsung turun ke lokasi untuk pengawasan, pengamanan dan SAR," ucapnya.
Saat ini, kata dia, pemilik tongkang PT Berlian Permata Wahana yang berkantor di Siak Sri Indrapura, Riau sudah melakukan pengecekan dan penyelaman untuk mengevakuasi tongkang yang kandas.
"Muatan tongkang kemungkinan dibuang agar tongkang tidak tenggelam, posisinya yang miring bisa menyebabkan tongkang terbalik saat air laut pasang," jelasnya.
Mengenai penyebab kebocoran, menurut dia karena masalah teknis atau kondisi kapal. "Kebocoran itu tidak sepenuhnya karena faktor cuaca," katanya seraya mengatakan kondisi cuaca di laut sedang buruk yaitu gelombang tinggi disertai angin kencang.
Dia mengimbau pelaku pelayaran memperhatikan kelaiklautan kapal sehingga tidak mengalami kecelakaan saat berlayar.
"Pelaku pelayaran juga kami imbau agar memperhatikan masalah cuaca yang saat ini sering berubah buruk," tambahnya.(*)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
