
Lima Haji Embarkasi Batam Meninggal

Batam (ANTARA Kepri) - Lima orang haji Embarkasi dan Debakarsi Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, meninggal di Tanah Suci pada kurun lima hari setelah Idul Adha 1433 Hijriah.
"Jumlah yang meninggal bertambah menjadi lima orang," kata Sekretaris Panitia Pelaksana Ibadah Haji Embarkasi Hang Nadim Batam Erizal Abdullah di Batam, Rabu.
Lima haji yang meninggal Iwettuin Riu Matajang, Hapsah Harun, Ramiyah Haji Saleh, Nurbainis Tudin, dan Alyah Muhammad Aly.
Iwettuin (85) yang tergabung dalam kloter 22 dengan nomor paspor A3137787 meninggal di pemondokan 29 Oktober 2011 pukul 19.30 waktu Arab Saudi.
Iwettuin meninggal akibat sistem sirkulasi dan dikuburkan di Syaraya. Siskohaj menginformaskan Iwettuin beralamat di Desa Parit 07 RT21 RW03 Kampung Singkep Muara Sabak Tanjung Jabung Timur, Jambi.
Haji lain yang meninggal, Hapsah (62), merupakan haji asal Kabupaten Dumai Provinsi Riau yang tergabung dalam kelompok terbang 13 itu meninggal dunia 23 Oktober 2012 sekitar pukul 17.02 waktu Arab Saudi akibat sistem sirkulasi.
Hapsah beralamat di Jalan Sri Andalas RT 02 Purnama Dumai Barat, Riau dimakamkan di Syaraya.
Ramiyah Haji Saleh (62) dengan nomor passport A2676163 meninggal dunia di Rumah Sakit Asjam 25 Oktober 2012 akibat sistem sirkulasi.
Siskohaj mencatat perempuan yang tergabung dalam kloter 4 itu beralamat di Dusun Kampung Tengah RT 09 Pematang Lumut, Betara, Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Ramiyah juga dikuburkan di Syaraya, Mekkah.
Sementara itu Nurbainis Tudin (74) meninggal dunia di Pemondokan, Mina, 27 Oktober 2012 sekitar pukul 3.00 waktu Arab Saudi akibat sistem pernafasan.
Haji kloter 14 itu bernomor passport A3079420 dan beralamat di Pasar RT 03 Ujung Batu, Rokan Hulu, Riau dimakamkan di Syaraya.
Sedangkan Aliah M Aly (77) asal Jalan Tanjung Harapan No.12 RT 018 RW 001 Sungai Beringin, Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau meninggal dunia di Pemondokan di Makkah, 11 Oktober 2012 pukul 7.40 waktu Arab Saudi akibat sistem sirkulasi.
Aliah yang tergabung dalam kloter sembilan itu dimakamkan di Syaraya. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
