
BPPD Karimun dapat Bantuan Kapal Pengelolaan Perbatasan

Karimun (ANTARA Kepri) - Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mendapat bantuan satu unit kapal dari pemerintah pusat untuk pengelolaan daerah perbatasan pada 2013.
"Informasi yang kami terima, rencana pemberian bantuan kapal itu sudah 75 persen karena saat ini masih dalam pembahasan di pusat. Bantuan satu unit kapal itu dialokasikan melalui Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP)," kata Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Karimun Suwedi di Tanjung Balai Karimun, Minggu.
Suwedi mengatakan penyaluran bantuan dari pusat untuk tahun 2013 diberikan dalam bentuk barang, bukan berbentuk anggaran, yang ditujukan untuk tugas perbantuan pengelolaan dan pemberdayaan pulau-pulau di perbatasan.
Dia berharap bantuan satu unit kapal itu dapat meningkatkan akses transportasi menuju pulau-pulau terluar, seperti Pulau Takong Hiu, Pulau Karimun Anak dan pulau-pulau lain yang berada di perbatasan Selat Malaka, Singapura dan Malaysia.
"Kami berharap akan ada bantuan berbentuk lain dari pemerintah pusat sehingga dapat mendukung pelaksanaan program pembangunan di pulau-pulau terluar," katanya.
Menurut dia, BNPP telah menetapkan tiga kecamatan dengan status Lopri pada 2015-2020, yaitu Kecamatan Meral, Moro dan Kundur.
Namun demikian, pihaknya akan mengusulkan Kecamatan Tebing untuk masuk dalam Lopri 2015-2020 karena juga berada di perbatasan, kata dia.
Mengenai anggaran dari pemerintah kabupaten, dia mengatakan masih sebatas untuk pembiayaan kelembagaan, peralatan kantor dan kegiatan sosialisasi peranan dan fungsi BPPD kepada aparatur pemerintahan dan masyarakat.
Suwedi juga mengakui kinerja BPPD belum optimal karena struktur organisasi yang dibentuk berdasarkan Perda No7/2011 itu belum diisi oleh para pejabat di antaranya setingkat eselon III dan IV.
"Saat ini pejabat dalam struktur BPPD baru satu orang, yaitu saya sendiri. Sedangkan untuk pejabat eselon III setingkat kepala bagian dan kepala bidang maupun kepala seksi dan kepala subbagian masih kosong. Sementara, kami hanya dibantu 10 staf biasa," tuturnya.
Terkait dengan kegiatan sosialisasi, kata dia, pada awal pekan ini telah dimulai dengan menggelar sosialisasi kepada aparatur pemerintahan dan tokoh masyarakat maupun pemuda.
"Pada 2013, sosialisasi akan kami tingkatkan kepada para pelajar tingkat SMA serta mahasiswa," ucapnya. (ANTARA)
Editor: Kaswir
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
