
Wawali: Distribusi BBM Batam Tidak Jelas

Batam (ANTARA Kepri) - Wakil Wali Kota Batam, Rudi menilai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di kota tersebut akibat tidak jelasnya pola distribusi oleh PT Pertamina.
"Harusnya mereka buat sistem yang transparan dan jelas. Sehingga yang tersalur dan sampai ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sesuai dengan kuota yang diberikan sehingga tidak terjadi kelangkaan," kata dia di Batam, Senin.
Ia mengatakan, sejak 2011 telah meminta Pertamina membuat sistem penyaluran dengan komputer sehingga bisa dilakukan pengawasan secara langsung namun tidak dilakukan.
"Saya sudah sejak lama meminta namun hingga sekarang tidak ada realisasi. Saya yakin anda bisa jabarkan sendiri mengapa demikian," kata Rudi.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam, Amsakar Ahmad mengatakan, berdasarkan laporan dari petugas di lapangan memang tidak ada pola penyaluran yang jelas dari Pertamina.
"Pola penyaluranya menang cenderung tidak transparan. Sehingga tidak diketahui jumlah yang sampai di SPBU," kata dia.
Selain itu, Amsakar juga memperkirakan kelangkaan yang kembali terjadi akibat kuota solar bersubsidi yang ada semakin mengecil.
"Bisa jadi karena kuota yang mengecil. Berdasarkan informasi, solar yang disalurkan sudah lebih dari 90 persen dari jatah untuk Batam," kata Amsakar.
Amsakar juga meminta pada masyarakat melapor jika ada indikasi penyelewengan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.
"Silakan melapor jika ada kelangkaan. Kami akan menindaknya," kata dia.
Sejak Sabtu hingga Senin siang sejumlah SPBU di Batam kehabisan persediaan BBM terutama jenis solar.
Akibatnya pada beberapa SPBU yang masih memiliki persediaan terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
