
BNPB catat sebanyak 2.011 warga mengungsi akibat gempa bumi di Poso

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.011 warga mengungsi akibat gempa bumi bermagnitudo 6,0 yang mengguncang wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Kamis (24/7) malam.
“Data sementara sebanyak 609 Kepala Keluarga (KK) atau 2.011 jiwa mengungsi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Jumat.
Dia menjelaskan sebanyak 14 rumah rusak berat dan 21 rumah rusak ringan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya melaporkan gempa utama terjadi Kamis (24/7) pukul 20.06 WIB dengan pusat gempa di darat wilayah Poso pada kedalaman 10 kilometer, tepatnya di koordinat 2,01 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,78 derajat Bujur Timur.
Hasil analisis BMKG menyatakan gempa tergolong dangkal dan dipicu oleh aktivitas sesar aktif di zona Sesar Poso, dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
Sedikitnya ada sebanyak 11 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,5 magnitudo dan terkecil 2,4 magnitudo setelah gempa utama.
Di Palopo, Toraja, Mappadeceng, dan Bungku skala intensitas mencapai III–IV MMI, sementara di Palu tercatat II–III MMI.
BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BNPB: 2.011 warga mengungsi akibat gempa di Poso semalam
Pewarta : M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
