Logo Header Antaranews Kepri

BGN sebut 6 juta liter minyak jelantah dari MBG berpotensi jadi energi hijau

Jumat, 8 Mei 2026 14:21 WIB
Image Print
Kepala BGN Dadan Hindayana (empat dari kanan) dalam penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan PT Pertamina (Persero) di Jakarta, Kamis (7/5/2026), terkait pemanfaatan minyak jelantah sebagai bagian dari pengembangan energi alternatif dan sistem energi rendah karbon di Indonesia. ANTARA/HO-BGN

Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa sekitar enam juta liter minyak jelantah dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi besar dalam mendukung pengembangan energi hijau dan ekonomi sirkular nasional.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan setiap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) diperkirakan menghasilkan sekitar 500 hingga 590 liter minyak jelantah per bulan. Dengan jumlah SPPG yang kini mencapai sekitar 17.200 unit di Pulau Jawa, potensi minyak jelantah yang dihasilkan diperkirakan mencapai 6 juta liter setiap bulan.

"Jadi, kalau dikalikan 500 liter itu kurang lebih akan ada sekitar 6 juta liter per bulan," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Menurut Dadan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rata-rata menggunakan sekitar 800 liter minyak goreng setiap bulan dan sebagian besar akan berubah menjadi minyak jelantah.

Selain pemanfaatan minyak jelantah, BGN juga mulai mendorong penggunaan energi alternatif di lingkungan operasional SPPG melalui pemanfaatan jaringan gas alam dan Compressed Natural Gas (CNG) di sejumlah wilayah guna memperkuat sistem energi yang lebih bersih dan efisien.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BGN: Enam juta liter jelantah dari MBG berpotensi jadi energi hijau



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026