
Batam Seharusnya Fokus Maritim Menuju Komunitas ASEAN

Batam (ANTARA Kepri) - Pengembangan Kota Batam seharusnya difokuskan pada usaha kemaritiman untuk dapat memenangi kompetisi dalam Masyarakat Ekonomi atau Komunitas ASEAN 2015.
"Batam harus mulai fokus, untuk bisa berkompetisi dalam Komunitas ASEAN," kata Ketua Yayasan Pendidikan Maritim Indonesia Nada Faza Soraya di Batam, Kamis.
Pemerintah selama ini mengembangkan Batam dari empat sektor potensi ekonomi yaitu alih kapal, wisata, perdagangan dan jasa, kata Nada.
Ia mengatakan keempat potensi ekonomi itu harus difokuskan pada maritim, sebagai unggulan Batam yang merupakan kepulauan.
"Jika kita mau bersaing dari jasa, perdagangan, wisata yang umum, Thailand, Singapura dan lain juga punya. Indonesia harus mengembangkan potensi yang tidak dimiliki negara lain," kata dia.
Menurut dia, potensi utama Batam adalah maritim. Sehingga yang perlu dikembangkan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kelautan dan kepulauan.
"Harus industri maritim, seperti perikanan, galangan kapal, sumber daya hayati dan hal yang bersifat ekonomi kreatif," kata dia.
Ia mengatakan potensi maritim Indonesia sangat kaya. Bila digali dengan serius, maka dapat membuat negara dan masyarakat sejahtera.
"Kalau semua potensi bahari digali, kita bisa 'gemah ripah loh jinawi'," kata dia.
Sebaliknya, jika harus bersaing dalam industri umum seperti wisata dan lainnya dengan negara-negara ASEAN, ia mengatakan Batam bisa kalah bersaing.
Di tempat yang sama, Direktur Fungsional Kerja Sama ASEAN Rosmalawati Chalid mengatakan Batam sebagai kota yang berdekatan dengan dua negara ASEAN, Singapura dan Malaysia harus bersiap menghadapi Komunitas ASEAN 2015.
Ia mengatakan Komunitas ASEAN sudah dirancang panjang sejak didirikan 8 Agustus 1967 dan semakin matang dalam ASEAN Charter tahun 2007.
"Saya minta semua pihak saling kerjasama menjelang Komunitas ASEAN," kata dia. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
