
Pemprov Kepri gencar berikan pemahaman kesehatan mental kepada siswa SMA

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Engku Haji Daud ((RSJKO EHD) gencar memberikan pemahaman kesehatan mental kepada siswa di sekolah-sekolah SMA/SMK sederajat.
Pemberian pemahaman kesehatan mental kepada siswa tersebut dilaksanakan lewat Program Singgah di sekolah yang dikemas dalam sebuah gelar wicara (talkshow).
"Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya kesehatan mental kepada siswa," kata kepala Dinas Kesehatan Kepri Mochammad Bisri saat dihubungi di Tanjungpinang, Ahad.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan salurkan santunan JKM kepada 20 ahli waris di Natuna
Menurut Bisri kegiatan itu mendesak dilaksanakan dalam menyikapi maraknya isu kesehatan mental, khususnya di kalangan remaja. Apalagi baru-baru ini terdapat salah seorang siswa tingkat SMA swasta di Kota Tanjungpinang meninggal akibat gantung diri.
Melalui Program Singgah di sekolah itu, kata Bisri, pihaknya mengajak para siswa atau remaja untuk lebih terbuka dalam menghadapi permasalahan.
"Jangan pernah sedih dan sendiri jika menghadapi masalah. Ayo, mulai buka hati, bercerita baik itu kepada teman, guru, orang tua jika mungkin dokter RSJKO jika mengalami masalah untuk dapat mencarikan solusi dan penyelesaiannya," ujar Bisri.
Baca juga: Dinkes Tanjungpinang ajak warga tingkatkan kesadaran menjaga kesehatan
Menceritakan permasalahan, menurut Bisri, dapat meringankan bahkan menyelesaikan permasalahan, sehingga bisa bersemangat kembali.
"Jika siswa memiliki jiwa sehat, akan tumbuh menjadi generasi muda yang mampu menjadi cikal bakal pemimpin masa depan Kepri yang lebih baik," katanya.
Secara terpisah, Direktur RSJKO Engku Haji Daud Asep Guntur Sapari mengatakan Program Singgah di sekolah merupakan komitmen pihaknya dalam menjaga kesehatan mental remaja di Kepri.
RSJKO sudah dua kali melaksanakan kegiatan itu di SMA di Kepri guna meningkatkan kesehatan mental siswa khususnya perasaan takut dan cemas yang sering menimpa siswa.
Baca juga: Senin, Sebagian wilayah Kepri diprakirakan berawan tebal.
Kegiatan ini juga merupakan implementasi sekaligus edukasi bagi siswa untuk dapat menjaga kesehatan mental dan jiwa.
Selain mengedukasi, lanjutnya, dalam program Singgah di sekolah ini dilakukan skrining kesehatan jiwa untuk mendeteksi dini permasalahan kejiwaan dan mental yang dialami siswa, sehingga dapat dicarikan solusi terbaik.
"Dari kegiatan ini, kita dapat mengetahui serta memahami persoalan mental yang dialami siswa. Apakah itu tekanan dari lingkungan keluarga, guru, teman-teman sekitar atau lingkungan sosial," katanya pula.
Baca juga:
Pemprov Kepri maksimalkan pelatihan atlet untuk raih prestasi
Polda Kepri mewaspadai peredaran rokok elektrik 'zombie'
Pewarta : Ogen
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
