
Jumlah Bakal Caleg Hanura Kepri Terus Bertambah

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Jumlah bakal calon anggota legislatif yang mendaftar di Partai Hati Nurani Rakyat Provinsi Kepulauan Riau terus bertambah.
"Ada tokoh masyarakat yang mendaftar sebagai bakal calon anggota legislatif (Caleg) di partai kami. Tidak hanya dari internal partai, karena dari eksternal partai cukup banyak," kata fungsionaris Partai Hanura Kepulauan Riau (Kepri) Sukhri Fahrial yang dihubungi dari Tanjungpinang, Senin.
Sukhri yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD Kepri mengemukakan, jumlah bakal caleg yang mendaftar sebagai calon anggota DPRD Kepri daerah pemilihan Batam sebanyak 16 orang, sementara yang dibutuhkan sebanyak 21 orang.
"Jumlah kursi yang diperebutkan untuk caleg Kepri daerah pemilihan Batam sebanyak 21 orang," ungkapnya.
Sedangkan untuk daerah pemilihan Bintan-Lingga baru empat orang dan Anambas-Natuna baru satu orang. Sementara bakal caleg Kepri untuk daerah pemilihan Karimun sebanyak empat orang.
"Kami masih membuka penerimaan bakal caleg Kepri. Penetapan dilakukan awal tahun 2013 setelah tim penerimaan bakal caleg melakukan proses penjaringan," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, Hanura juga masih menunggu kebijakan dari KPU Kepri terkait perubahan jumlah daerah pemilihan dan jumlah anggota DPRD kabupaten/kota di Kepri. Berdasarkan informasi, kata dia, jumlah daerah pemilihan untuk DPRD Kepri berubah.
"Perubahan jumlah kursi di legislatif Kepri maupun tingkat kabupaten/kota di Kepri akan mempengaruhi strategi kami untuk mendapatkan kursi sebanyak-banyaknya pada Pemilu 2014," ujarnya.
Saat ini, menurut dia, pengurus Hanura Kepri maupun kabupaten/kota masih fokus menyiapkan persyaratan sebagai calon peserta Pemilu 2014. Setelah proses verifikasi faktual partai, Hanura Kepri kembali berkonsentrasi pada proses penerimaan bakal caleg.
"Kami masih mempersiapkan persyaratan sebagai calon peserta Pemilu 2014 dan menunggu hasil verifikasi faktual," katanya.(*)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
