Logo Header Antaranews Kepri

SAR gabungan Natuna selamatkan nelayan kapal tenggelam di perairan Pulau Laut

Selasa, 12 Agustus 2025 08:52 WIB
Image Print
Kapal nelayan tenggelam pada Senin (11/8/2025) di Perairan Pulau Laut. ANTARA/HO-KPP Natuna

Natuna (ANTARA) - Tim SAR gabungan Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, berhasil menyelamatkan seorang nelayan yang kapalnya tenggelam di perairan Pulau Laut, salah satu pulau terluar Indonesia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Natuna Abdul Rahman dikonfirmasi dari Natuna, Senin, mengatakan nelayan tersebut bernama Harianto, warga Pulau Laut.

"Harianto pergi melaut pada Senin pukul 11.30 WIB di perairan Pulau Laut. Saat sedang mencari ikan, kapalnya dihantam gelombang. Air masuk dan menyebabkan mesin rusak, hingga akhirnya kapal tenggelam sekitar delapan mil laut dari Unit Siaga SAR Pulau Laut," ucap dia.

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh perangkat desa di Pulau Laut. Setelah menerima laporan, tim SAR segera melakukan koordinasi dan meminta agar informasi itu disebarluaskan kepada para nelayan yang berada di sekitar perairan Pulau Laut.

Baca juga: Bapenda Batam: Pendapatan pajak PBB naik 6.000 persen dengan QRIS

"Pada pukul 13.00 WIB, kami menerima informasi bahwa korban ditemukan dalam keadaan selamat oleh seorang nelayan yang kebetulan melintas di koordinat 4°46'0.00"N - 107°58'48.00"E," ujar dia.

Mengetahui lokasi korban, Tim SAR gabungan segera bergerak untuk menjemput dan mengevakuasi korban ke daratan terdekat. Setelah proses evakuasi, korban diserahkan kepada pihak desa untuk penanganan lebih lanjut.

Operasi penyelamatan ini melibatkan unsur gabungan yang terdiri atas Unit Siaga SAR Pulau Laut, TNI, Polri, Pemerintah Desa, serta masyarakat nelayan setempat.

Abdul Rahman mengimbau masyarakat Natuna, khususnya para nelayan, agar selalu mewaspadai kondisi cuaca sebelum melaut.

Baca juga: BI Kepri targetkan 50 juta transaksi QRIS di 2025

"Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak melaut jika cuaca dalam kondisi buruk. Keselamatan harus menjadi prioritas," ujar dia.

Ia mengapresiasi kerja sama dan koordinasi seluruh pihak, terutama masyarakat nelayan yang turut membantu menyebarluaskan informasi kejadian tersebut.

"Terima kasih atas dukungan dan kerja sama semua pihak. Berkat penyebaran informasi yang cepat dan koordinasi yang baik, korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan selamat," ucap dia.

Baca juga:
BMKG prakirakan cuaca wilayah Kepri hari ini berawan dan hujan

Perbankan di Batam manfaatkan PQN 2025 masifkan penggunaan QRIS



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026