Logo Header Antaranews Kepri

DPRD Karimun Anggarkan Jaringan Listrik Teluk Paku

Senin, 21 Januari 2013 20:46 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - DPRD Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, akan menganggarkan dana pembangunan jaringan listrik di Teluk Paku, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat.

"Kami prihatin saat inspeksi beberapa hari lalu menemukan tidak adanya jaringan listrik di Teluk Paku. Karena itu, kami akan anggarkan pada 2014 sehingga masyarakat bisa menikmati listrik," kata Ketua DPRD Karimun Raja Bakhtiar dalam pertemuan dengan sejumlah nelayan di Gedung DPRD Karimun, Senin.

Dalam pertemuan itu, Raja Bakhtiar langsung meminta komitmen dari sejumlah anggota dewan yang berada komisi B dan C, yaitu Raja Kamaruddin di Komisi B, Bakti Lubis dan Iwan Kesuma Darmaja di Komisi C.

"Kalau sudah sama-sama berkomitmen, maka badan anggaran sudah bisa memasukkannya dalam rancangan APBD. Mengenai besarnya anggaran, tentu melibatkan dinas terkait," katanya.

Anggota Komisi C Bakti Lubis mengaku heran kalau kawasan tersebut belum memiliki jaringan listrik, padahal kawasan itu masih satu daratan dengan Tanjung Balai Karimun, ibu kota kabupaten.

"Jaringan listrik daerah pulau saja bisa diadakan, tetapi kenapa untuk Teluk Paku yang berjarak sekitar 17 kilometer dari ibu kota belum ada. Ini menjadi perhatian serius karena listrik merupakan infrastruktur vital masyarakat," katanya.

Komisi C membidangi pembangunan dan infrastruktur mendukung pengalokasian anggaran untuk pembangunan jaringan listrik di Teluk Paku untuk mendorong perekonomian masyarakat.

"Bagaimana ekonomi masyarakat bisa tumbuh kalau mereka masih banyak yang belum menikmati listrik," ucapnya.

Teluk Paku merupakan daerah paling utara Pulau Karimun Besar. Sebagian penduduknya merupakan Suku Akit yang tinggal di pesisir pantai hingga pantai Teluk Setimbul.

Di daerah tersebut juga menjadi salah satu kawasan pengembangan investasi yang ditandai dengan beroperasinya perusahaan galangan kapal, PT Karimun Sembawang Shipyard dan perusahaan penampungan BBM PT Oiltanking.

Masyarakat menengah ke atas menggunakan genset untuk penerangan, sedangkan warga tidak mampu masih menggunakan lampu minyak tanah, terutama Suku Akit yang masih terbelakang.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026