
Pasar Ikan Ranai Terancam Roboh

Ranai (ANTARA Kepri) - Bangunan Pasar Ikan Ranai di pinggir laut dalam kondisi memprihatinkan karena lapuk yang dikhawatirkan roboh dihantam ombak.
Beberapa pedagang ikan yang ditemui di Pasar Ranai, Kelurahan Bungguran Timur, Senin, mengakui, setiap hari merasa was-was karena tiang penyangga bangunan yang didirikan di atas laut itu banyak yang lapuk dan patah.
Sehingga saat gelombang pasang dan angin kencang pasar akan bergoyang seperti sebuah kapal yang diombang-ambingkan gelombang.
"Tiang bawahnya sudah banyak yang patah dan lapuk. Kami khawatir roboh saat sedang jualan, tentu matilah semua kami, kata Ketua Persatuan Pedagang Pasar Ikan Ranai," Junaidi.
Ia menyayangkan dengan ketidakpedulian Pemerintah Kabupaten Natuna terhadap kondisi pasar ikan Ranai karena pasar tersebut tidak layak berada di ibukota Kabupaten Natuna.
Dijelaskannya, pasar ikan yang dibangun dari material kayu oleh Perusda Natuna pada empat tahun yang lalu itu saat ini menampung 43 orang pedagang ikan.
"Para pedagang menyewa meja pertahun dan setiap tahun kami membayar sewa dengan total harga 90 juta rupiah kepada Perusda. Harga 90 juta itu dari 43 pedagang," katanya.
Pada peresmian, lanjut dia, pihak Perusda berjanji bahwa pasar itu hanya bersifat sementara, namun pada kenyataannya sudah empat tahun ia dan kawan-kawan berjualan di pasar itu namun belum ada kejelasan mengenai rehab bangunan tersebut.
"Masa kita kalah dengan kabupaten yang baru berkembang, lihat Anambas, pasar ikannya dari beton, bagus. Kita ni jangankan beton, yang rusak aja tidak ada kejelasan kapan nak diperbaiki," tuturnya. (Lia Rais)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
