Logo Header Antaranews Kepri

Ratusan Kendaraan Antre BBM di SPBU Karimun

Kamis, 24 Januari 2013 15:30 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - Ratusan kendaraan roda dua dan empat, Kamis, antre mendapatkan BBM di SPBU Jalan Poros Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, kendati masih tutup setelah kehabisan persediaan sejak Rabu (23/1).

Kendaraan motor besar tampak berjejer di depan pintu masuk SPBU diikuti kendaraan roda empat yang memanjang memenuhi ruas jalan dari arah Kantor Bupati Karimun dan Jalan Kampung Harapan sepanjang sekitar 500 meter.

Sepeda motor juga tampak memenuhi ruas jalan arah berlawanan sementara pengendaranya tampak duduk-duduk di pinggir jalan sambil ngobrol dengan pengantre lainnya.

Sementara itu, pintu masuk SPBU masih ditutupi dengan rantai dengan terpampang plang bertuliskan "SPBU buka pukul 12.30 WIB".

Aktivitas di areal SPBU masih sepi, petugas tidak tampak melakukan kegiatan sementara mobil tanki yang bertuliskan Pertamina bolak-balik melakukan pengisian BBM ke dalam bunker SPBU tersebut.

"Saya sudah antre sejak pukul 09.00 WIB menunggu SPBU buka," kata Andri, pengendara sepeda motor.

Andri mengatakan, rela antre berjam-jam untuk mendapatkan bensin di SPBU satu-satunya di Pulau Karimun Besar.

Dia mengaku, isi tanki motornya hampir habis setelah SPBU yang dikelola PT Ology Karimun Bumi Sukses, anak perusahaan Perusda Karimun, itu tutup karena persediaan terputus sejak Rabu (23/1).

"Kios-kios memang masih memiliki persediaan, tapi saya enggan membelinya karena harganya mahal. Bayangkan saja, bensin takaran Rp10.000 yang dijual di kios hanya tahan satu hari, padahal kalau dibeli di kios bisa untuk dua hari," ucapnya.

Menurut dia, SPBU tersebut seharusnya menyiapkan stok berlapis sehingga tidak terputus.

"Kami kecewa karena pelayanan SPBU tidak membaik, masalah putusnya BBM seperti hari ini sudah menjadi 'rutinitas'. Terus terang kami mengharapkan pembelian bensin di sini karena harganya sesuai dengan ketentuan pemerintah," katanya.

Ridwan, pengendara lain, mengaku sudah antre sejak pukul 10.00 WIB namun masih kebagian paling belakang.

"Sejak pagi antrean sudah panjang. Kami mau ikut antre karena hari libur sehingga tidak ada aktivitas yang mendesak," ucapnya.

Dia juga memilih membeli BBM di SPBU tersebut karena harganya murah dibandingkan di kios-kios eceran.

"Saya beli untuk kebutuhan empat hari, kebetulan tanki motor hampir habis. Kalau di kios takarannya sedikit dan merugikan konsumen," tambahnya.

Sementara itu, Petugas SPBU Yuswar Yahya Nati mengatakan, kegiatan bongkar muat BBM berlangsung sejak pagi dan diharapkan sudah melayani konsumen pada siang hari.

"Pasokan lancar, tapi proses bongkar muatnya baru bisa dilakukan hari ini. Mudah-mudahan siang ini sudah buka kembali," katanya.

Dia mengatakan pasokan premium yang dibongkar sekitar 220 kiloliter sedangkan solar 30 ton. (ANTARA)

Editor: Farochah



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026