Natuna (ANTARA) - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengajak masyarakat Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, untuk terus semangat mengembangkan usaha yang dijalankan, karena akan didukung dengan berbagai bantuan.
Sekretaris Kementerian (Sesmen) UMKM, Arif Rahman Hakim, di Natuna, Sabtu mengatakan, bantuan yang tengah berjalan berupa anggaran peningkatan kapasitas pelaku UMKM.
Anggaran ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik yang diberikan ke Pemerintah Provinsi Kepri, lalu dialokasikan ke Natuna.
"Pada Jumat (19/9) kami Kemen UMKM mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro di Natuna," ucapnya.
Ia menuturkan, pihaknya bersama tim, melakukan kunjungan ke Natuna sejak Jumat (19/9) untuk mengidentifikasi langsung masalah-masalah yang dihadapi pelaku UMKM di Natuna.
Dirinya, mendengarkan langsung keluhan para pelaku usaha. Hasil temuan tersebut akan dibahas bersama pemerintah daerah hingga pusat guna menentukan langkah yang tepat untuk menyelesaikannya, sesuai kewenangan masing-masing.
“Kami ditugaskan Pak Menteri untuk hadir hingga ke daerah terluar. Kami datang ke sini untuk melihat langsung kebutuhan apa saja yang harus didukung. Prinsipnya, pembangunan kita mulai dari pinggiran,” ujar dia.
Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat Natuna menjalani pemeriksaan kesehatan
Arif juga menjelaskan Pemerintah Pusat melalui DAK fisik juga telah membangun Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Natuna, tepatnya di kawasan Masjid Agung Natuna.
PLUT ini, kata dia, bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk berbagai kebutuhan, mulai dari konsultasi, pendampingan, pelatihan peningkatan kapasitas, pengembangan kelembagaan, hingga promosi dan pameran produk. Fasilitas tersebut saat ini dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten Natuna.
“Di Kementerian, kami juga punya lembaga layanan pemasaran. Produk-produk UMKM dari daerah bisa kita bantu pasarkan ke luar, karena permintaan sudah ada. Hal ini nanti akan kita diskusikan lebih lanjut,” ujar dia.
Ia menegaskan, agar bisa memperoleh bantuan, para pengusaha harus melengkapi legalitas usaha mereka. Hal ini penting karena penerima manfaat adalah pelaku UMKM yang sah dan aktif.
Ia menambahkan, pihaknya kini tengah menyiapkan sebuah aplikasi khusus untuk mendata UMKM di seluruh Indonesia.
Aplikasi ini nantinya akan berisi informasi lengkap mulai dari nama pemilik, jenis usaha, lokasi, hingga domisili. Data tersebut akan diperbarui secara otomatis oleh para pelaku usaha sendiri.
Menurut Arif, penggunaan aplikasi ini juga akan menekan biaya operasional pendataan sekaligus mempercepat proses verifikasi dan validasi.
"Kalau sebelumnya kita menjangkau pelaku UMKM melalui survei, ke depan mudah-mudahan 2026 bisa digunakan, kita jangkau melalui aplikasi," ujar dia.
Baca juga: Pemprov Kepri berikan bantuan alat uji cepat pestisida ke Natuna

Komentar