Pemprov Kepri berikan bantuan alat uji cepat pestisida ke Natuna

id MBG,Kepri,Natuna,Makan Bergizi Gratis,Kemanan pangan,alat uji cepat pestisida

Pemprov Kepri berikan bantuan alat uji cepat pestisida ke Natuna

Tim DKPP Natuna saat menguji bahan pangan segar di SPPG Batu Hitam, pada Agustus 2025. ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) memberikan bantuan paket alat uji cepat pestisida kepada Pemerintah Kabupaten Natuna, untuk memeriksa bahan pangan segar yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) apakah aman dari zat berbahaya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Wan Syazali, di Natuna, Jumat, mengatakan bantuan diserahkan langsung pada Kamis (18/9) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batu Hitam, Natuna oleh perwakilan Pemprov Kepri, kepada pihaknya.

Keberadaan alat uji tersebut penting untuk menjamin kualitas pangan, terutama sayur-sayuran dan buah-buahan yang menjadi bahan baku dalam penyediaan makanan bergizi bagi anak sekolah di Natuna.

Bantuan itu lanjut dia, merupakan bantuan kali kedua, sebelumnya juga telah diberikan dengan rincian satu kotak alat tes cepat pestisida berisi 40 alat uji, satu kotak penutup kepala (mob cap), satu kotak sarung tangan, lima botol uji sampel, satu kantong sampel dan baju laboratorium.

“Dengan adanya alat uji cepat ini, kita bisa langsung mengetahui apakah bahan pangan yang beredar mengandung pestisida atau tidak,” ujar Wan Syazali.

Baca juga: Kejati Kepri: Memberi informasi TPPO bagian dari pencegahan

Selain memberikan bantuan, perwakilan Pemprov Kepri juga mengambil beberapa sampel bahan pangan segar di SPPG Batu Hitam untuk diuji.

Menurut dia, kegiatan serupa juga pernah dilakukan oleh dinasnya dan hasilnya negatif bahan berbahaya dan layak konsumsi.

Ia menjelaskan program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah. Oleh karena itu, aspek keamanan pangan harus mendapat perhatian serius.

Pemeriksaan rutin dengan alat uji cepat diharapkan mampu mencegah masuknya bahan pangan berisiko tinggi ke rantai konsumsi anak-anak.

"Untuk hasil pengujian oleh pihak Provinsi Kepri belum keluar," ujar dia.

Baca juga: Dinkes Natuna imbau warga jaga kebersihan lingkungan guna cegah DBD

Baca juga: Pemkab Natuna beri obat cacing dua kali setahun kepada anak cegah cacingan

Pewarta :
Uploader: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE