Batam (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menyebutkan sektor industri manufaktur di kota itu memiliki kebutuhan tinggi untuk jabatan teknik elektro di tahun 2025.
“Bidang industri manufaktur untuk jabatan teknis elektro masih banyak dicari, sementara untuk kebutuhan industri konstruksi sedang melemah,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disnaker Batam Nurul Iswahyuni saat dihubungi di Batam, Rabu.
Menurut Nurul, posisi teknik elektro sulit dipenuhi karena terdapat perusahaan yang membutuhkan pegawai dengan pengalaman minimal tiga tahun. Kondisi ini menyebabkan tenaga kerja dari luar daerah terkadang dipilih untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Baca juga: Amsakar tegaskan Kepri berjati diri Melayu Maritim
“Pada prinsipnya, perusahaan di Batam berkomitmen lebih mengutamakan tenaga kerja lokal. Jika tidak terpenuhi sebagaimana kriteria yang diharapkan, baru mereka beralih pada sumber daya yang ada di lingkup Provinsi Kepri maupun luar Kepri,” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa perusahaan Batam dapat mencari tenaga kerja dari luar daerah dengan lebih mudah melalui informasi digital dan kanal pasar kerja daring.
Berdasarkan data Disnaker Batam, hingga Agustus 2025 jumlah pencaker mencapai 21.434 orang dengan puncak pencaker terbanyak terjadi pada Mei 2025.
Nurul mengatakan bahwa jumlah pencaker seimbang antara laki-laki dan perempuan, masing-masing berada di kisaran 10 ribu orang.
Lebih lanjut, penempatan tenaga kerja sudah mencapai 9.197 orang, sementara jumlah lowongan kerja tercatat sebanyak 12.585.
Disnaker Batam juga mencatat setiap bulan ada sekitar 1.000 hingga 2.000 lowongan kerja baru yang tersedia untuk tenaga kerja lokal.
Baca juga:
Gubernur Ansar paparkan capaian 11 program strategis di HUT ke-23 Kepri
Gubernur Ansar paparkan capaian 11 program strategis di HUT ke-23 Kepri

Komentar