Logo Header Antaranews Kepri

Polda Kepri Periksa Nakhoda MT Serena II

Selasa, 12 Februari 2013 14:08 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Direktorat Polisi Perairan Polda Kepulauan Riau memeriksa nakhoda dan awak kapal MT Serena II dan KM Cahaya setelah menerima pelimpahan penyidikan dugaan penyelewengan solar bersubsidi oleh dua kapal itu dari Kanwil Khusus Ditjen Bea Cukai Kepri.

"Dua kapal dan enam anak buah kapal itu diserahkan Bea Cukai Karimun (BC Kepri) kepada kami karena penangkapannya masih berada di wilayah perairan Indonesia meskipun dugaan awal solar seberat 37.000 liter tersebut akan diselundupkan ke Singapura. Belum ada pelanggaran kepabeanan," kata Direktur Polair Polda Kepri Komisaris Besar M Yasin Kosasih di Batam, Selasa.

Ia mengatakan, dari 37.000 liter solar yang berada di MT Serena II itu tercatat sebanyak 25.000 liter di antaranya sudah dipindahkan ke KM Cahaya Baru saat berlayar beriringan di Tanjunguban, Kabupaten Bintan.

"Saat ini kewenangan penyidikan ada pada kami. Kami masih periksa nakhoda dan anak buah kapal untuk mencari pelaku lain yang terlibat," kata dia.

Meskipun awalnya ada dugaan oknum Pertamina terlibat dalam upaya penyelundupan tersebut, namun Polair Poda Kepri hingga kini belum menemukan bukti kuat.

"Bisa jadi nantinya mengarah ke Pertamina. Apalagi kapal tersebut berangkat dari Depo Pertamina di Pulau Sambu Batam. Namun kami belum menemukan bukti yang kuat," kata Yasin.

Ia mengatakan, akan terus melakukan pengembangan termasuk berupaya menangkap pelaku lain yang mengakibatkan beberapa wilayah Kepulauan Riau seperti Batam, Bintan, dan Karimun mengalami kelangkaan solar.

Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil Khusus Ditjen Bea Cukai Kepulauan Riau (Kepri) Agus Wahyono sebelumnya mengatakan saat penyergapan nakhoda tidak dapat menunjukkan dokumen terkait aktivitas transfer tersebut sehingga kedua kapal ditarik ke Kanwil BC Kepri di Tanjung Balai Karimun.

Dia mengatakan aktivitas transfer solar secara ilegal itu sebenarnya melibatkan tiga kapal, namun satu kapal lagi melarikan diri ketika petugas melakukan penyergapan.

"Pada saat diamankan, satu kapal kabur dan tidak tertangkap karena gelap gulita. Petugas kesulitan karena pada saat yang sama harus memeriksa dokumen dan muatan dua kapal yang berhasil kita amankan itu," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026