Logo Header Antaranews Kepri

Pimpinan DPRD Kepri "Diusir" Dari Demokrat

Selasa, 12 Februari 2013 21:29 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau Edi Siswoyo merasa "diusir" dari partainya karena tidak diizinkan untuk mendapatkan formulir pendaftaran caleg Pemilu 2014.

"Apri Sujadi, Ketua DPD Partai Demokrat Kepulauan Riau, tidak mengizinkan saya mengambil formulir pendaftaran bakal caleg. Alasannya harus menunggu keputusan DPP Demokrat," kata Edi, di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa.

DPD Partai Demokrat Kepri sudah menutup pendaftaran bakal caleg. Meski tidak dapat mendaftar sebagai bakal caleg di Partai Demokrat, Edi mengaku belum mengambil sikap untuk mendaftar ke partai lainnya.

"Banyak partai yang meminang saya, tetapi untuk saat ini saya tidak tertarik. Sikap itu saya ambil karena saya cinta dengan Demokrat," ujarnya.

Edi merasa dibuat seolah-olah berada di luar partai yang membesarkannya. Padahal hingga sekarang dia mengaku tidak mengetahui kesalahannya.

"Saya sudah cukup sabar," katanya.

Edi mengaku tidak mengerti dengan sikap Apri Sujadi. Padahal secara pribadi ia mengaku tidak memiliki permasalahan dengan Apri.

"Saya sudah dizalimi beberapa kali. Pertama diputuskan oleh partai untuk turun jabatan dari Wakil Ketua DPRD Kepri menjadi anggota, dan kedua diberhentikan sebagai anggota DPRD Kepri," katanya.

Ia membantah tidak loyal terhadap partai, karena hingga sekarang pendapatannya di DPRD Kepri dipotong sekitar Rp2 juta untuk kepentingan partai. "Itu iuran wajib yang saya berikan setiap bulan," katanya.

Hingga sekarang Edi masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kepri. Keputusan DPP Partai Demokrat yang menggantikan Edi dengan Andi Rivai di DPRD Kepri belum dapat diparipurnakan, lantaran belum adanya keputusan Mahkamah Partai Demokrat.

"DPP Partai Demokrat memutuskan untuk memberhentikan saya sebagai anggota DPRD Kepri pada saat saya naik haji (akhir September 2012). Sementara hingga sekarang saya belum mendapatkan penjelasan apa kesalahan yang telah saya lakukan," ujar Edi.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026