
Bulog Natuna-Koperasi Desa Merah Putih sinergi jaga harga beras di perbatasan

Natuna (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, bersama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes MP) bersinergi untuk menjaga stabilitas harga beras di wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Delly Bayu Putra dikonfirmasi dari Natuna, Rabu, mengatakan kerja sama ini dilakukan melalui penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat, melalui Kopdes MP yang merupakan mitra resmi Bulog.
Hingga saat ini, sudah ada empat Kopdes MP menjadi mitra Perum Bulog di Natuna, yaitu Kopdes MP Batubi Jaya, Air Lengit, Sepempang, dan Batu Hitam.
"Saat ini sudah ada empat Kopdes Merah Putih yang menjadi mitra kita dalam menyalurkan beras SPHP," ucap dia.
Beras SPHP merupakan beras kualitas medium yang dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp65.500 per kemasan lima kilogram.
Penyaluran melalui Kopdes MP juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan beras di tingkat masyarakat.
Delly menjelaskan pelaksanaan program SPHP tahun 2025 mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 224 Tahun 2025.
Keputusan ini dibuat untuk memperluas jalur distribusi beras SPHP melalui berbagai mitra, termasuk koperasi desa, pemerintah daerah, gerai BUMN, Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog, serta kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).
“Untuk di Natuna, penyaluran beras SPHP dilakukan melalui GPM, RPK, pasar rakyat, dan Kopdes Merah Putih,” ujar dia.
Hingga Oktober 2025, Bulog Natuna telah menyalurkan 422 ton beras SPHP ke masyarakat melalui berbagai jalur distribusi tersebut.
“Total mitra aktif Bulog di Natuna kini mencapai 65 unit, yang seluruhnya berperan penting dalam menjaga stabilitas harga beras di perbatasan,” kata Delly Bayu Putra.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026
