Logo Header Antaranews Kepri

Kata Trump, Israel bisa serang Gaza lagi jika Hamas tak patuhi perjanjian

Kamis, 16 Oktober 2025 11:50 WIB
Image Print
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa.)

Washington (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya akan mempertimbangkan untuk mengizinkan Israel melanjutkan operasi militer di Jalur Gaza jika kelompok Hamas gagal mematuhi ketentuan perjanjian gencatan senjata.

"Apa yang terjadi dengan Hamas – itu akan segera diselesaikan," kata Trump kepada CNN dalam sebuah wawancara telepon pada Rabu (15/10).

"Israel akan kembali ke jalan-jalan [di Gaza] itu segera setelah saya mengatakannya. Jika Israel bisa masuk dan menghancurkan mereka, mereka akan melakukannya," jawab Trump ketika ditanya apa yang akan terjadi jika Hamas menolak untuk melucuti senjata mereka.

"[Sebelumnya] saya harus menahan mereka," katanya, merujuk pada Israel.

Trump mengatakan pembebasan 20 sandera Israel yang masih hidup adalah "yang terpenting," tetapi Hamas sekarang harus memenuhi komitmen mereka untuk mengembalikan jasad sandera lainnya dan melucuti senjata.

Sementara itu, kelompok perlawanan Palestina tersebut mengatakan pada Rabu bahwa mereka akan menyerahkan jenazah dua sandera Israel lainnya di Gaza berdasarkan perjanjian gencatan senjata dengan Israel.

Sayap bersenjata kelompok itu, Brigade Qassam, mengatakan jasad-jasad tersebut akan dipindahkan pada pukul 22.00 waktu setempat (Kamis, 02.00 WIB).

Mereka mengaku telah mematuhi kesepakatan, menyerahkan semua sandera yang masih hidup dan semua jasad yang "dapat mereka jangkau."

Sumber: Anadolu



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Trump: Israel bisa serang Gaza lagi jika Hamas ingkar janji



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026