Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Batam dorong minat anak konsumsi ikan melalui dongeng dan berhidang

Rabu, 6 Mei 2026 11:20 WIB
Image Print
Kegiatan Gemarikan di SD 010 Belian yang diselenggarakan oleh Diskan Batam, Kepri, Rabu (6/5/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mendorong peningkatan konsumsi ikan sejak usia dini dengan pendekatan edukatif melalui kegiatan dongeng dan makan produk ikan bersama dalam program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan).

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Yudi Admajianto mengatakan metode ini dipilih karena selama ini tantangan terbesar justru terdapat pada anak-anak yang cenderung kurang menyukai konsumsi ikan.

“Sosialisasi Gemarikan ini sebelumnya banyak dilakukan kepada ibu-ibu, namun kita melihat yang paling sulit mengonsumsi ikan adalah anak-anak. Maka sekarang kita fokuskan edukasi kepada anak-anak,” ujarnya di Batam, Rabu.

Sebanyak 211 siswa kelas 3 SD 010 mengikuti kegiatan pada hari ini. Diskan Batam menghadirkan pendongeng dari Rumah Dongeng Indonesia wilayah Kepri.

Melalui cerita yang interaktif, anak-anak diperkenalkan manfaat ikan, seperti kandungan protein dan omega-3 yang baik untuk perkembangan otak.

“Melalui dongeng, anak-anak jadi lebih mudah memahami kenapa harus makan ikan. Harapannya setelah pulang, mereka mau meminta kepada orang tuanya untuk makan ikan di rumah,” kata dia.

Selain dongeng, kegiatan juga diisi dengan kuis, bernyanyi, hingga makan bersama dengan menu berbahan ikan.

Baca juga: Polda Kepri ungkap praktik penyelundupan pakaian bekas lewat pelabuhan di Batam

Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Produk Perikanan (PDSPP) Diskan Batam Ute Rambe menambahkan, pendekatan dongeng dipilih karena lebih komunikatif dan sesuai dengan usia anak.

“Metode ini lebih mudah dicerna, interaktif, dan membuat anak-anak memahami pentingnya konsumsi ikan sejak dini,” ujarnya.

Yudi menambahkan, program ini juga selaras dengan kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendorong konsumsi ikan minimal dua kali dalam satu minggu.

“Minimal dua sampai tiga kali dalam seminggu ada lauk ikan. Selain membuat anak cerdas, ini juga berdampak pada kesejahteraan nelayan,” katanya.

Pada akhir acara, anak-anak juga diberikan bingkisan berupa abon ikan hasil olahan UMKM lokal sebagai bentuk pengenalan produk perikanan.

Program Gemarikan melalui dongeng ini direncanakan akan dilaksanakan sebanyak sembilan kali di sembilan kecamatan, dengan harapan untuk membiasakan anak makan ikan sejak dini.

“Kami fokus di perkotaan, karena masyarakat hinterland di pulau penyangga memang anak-anaknya sudah terbiasa makan ikan. Maka kami dorong minat anak di kota,” kata Yudi.


Baca juga: BP Batam percepatan layanan izin lingkungan hanya 29 hari kerja



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026