Logo Header Antaranews Kepri

Trump kembali tuding Iran hambat perundingan

Rabu, 29 April 2026 13:16 WIB
Image Print
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada anggota pers sebelum keberangkatannya dari Gedung Putih menuju Corpus Christi, Texas pada 27 Februari 2026, di Washington D.C., Amerika Serikat. ANTARA/Celal Güneş/Anadolu/pri. (ANTARA/Celal Güneş/Anadolu/pri)

Tokyo (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump lagi-lagi menyalahkan Iran atas mandeknya perundingan untuk mengakhiri perang yang dilancarkan AS-Israel terhadap negara itu dua bulan lalu.

Trump mengatakan di media sosial bahwa "Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka dalam 'keadaan runtuh'" dan ingin Selat Hormuz dibuka kembali "sesegera mungkin."

Pernyataan itu muncul setelah Iran mengajukan usulan baru kepada AS untuk mengakhiri perang.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pada Senin bahwa Trump dan tim keamanan nasionalnya telah meninjau usulan tersebut.

"Batasan Presiden (Trump) terkait Iran telah dibuat sangat jelas, tak hanya kepada publik Amerika tetapi juga kepada kepemimpinan Iran. Saya tak akan mengatakan mereka sedang mempertimbangkannya," kata Leavitt.

Tanpa prospek perundingan langsung, pemerintahan Trump tampak tidak merespons positif usulan terbaru dari Iran, yang dilaporkan mencakup syarat agar AS mencabut blokade ke pelabuhan Iran sebelum Iran membuka kembali selat tersebut.

Sumber: Kyodo



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Trump lagi-lagi tuding Iran hambat perundingan damai



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026