
Nelayan Selamatkan Delapan Awak KLM Usaha Indah

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Sejumlah nelayan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, menyelamatkan delapan awak Kapal Layar Motor (KLM) Usaha Indah I GT 135 yang tenggelam di perairan Pulau Repong dua hari lalu.
"Kapal tenggelam, namun seluruh awak kapal berhasil diselamatkan nelayan. Nahkoda dan awak kapal dibawa ke Kijang, Bintan," kata Kepala Syahbandar Tarempa Agustinus, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Selasa.
Kapal itu membawa sembako dan semen dari Tanjungpinang ibu kota Kepulauan Riau (Kepri) menuju Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas pada Minggu (17/2). Namun, sebelum sampai ke tujuan dihantam gelombang laut setinggi 3-4 meter sehingga tenggelam.
"Kami belum mengetahui berat muatan kapal itu sehingga belum dapat mengetahui berapa besar kerugian yang diderita," ujar Agustinus.
Biasanya, barang-barang tersebut pesanan warga Tarempa. Kapal merupakan satu-satunya moda transportasi penumpang dan barang dari Tanjungpinang ke Tarempa maupun sebaliknya," katanya.
Sejak akhir tahun 2012 hingga sekarang gelombang laut di perairan Anambas sangat tinggi, dan biasanya nelayan juga tidak berani melaut. Karena itu, awak kapal dinilainya beruntung dapat diselamatkan nelayan pada saat gelombang laut tinggi.
"Kuat dugaan kami kapal itu tenggelam karena dihantam gelombang laut yang tinggi," ujarnya.
Saat ini, kata dia, Nakhoda KLM Usaha Indah I masih dimintai keterangan di kantor Syahbandar Tanjungpinang.
"Kapal itu rutin ke Tarempa membawa sembako dan bahan bangunan," ujarnya.
KLM Usaha Indah I merupakan kapal motor yang terbuat dari kayu. Kapal itu diduga tidak dapat menahan gelombang laut yang menghantam badan kapal.(*)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
