Batam, Kepri (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mencatat realisasi belanja modal mencapai 37,9 persen atau senilai Rp345,3 miliar hingga 30 September 2025 dari pagu anggaran tahun ini sebesar Rp909,6 miliar.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam Abdul Malik mengatakan belanja modal tersebut mencakup berbagai kegiatan pembangunan dan pengadaan aset daerah.
"Belanja modal kita 37,9 persen atau Rp345 miliar dari total Rp909 miliar. Jenisnya beragam, mulai dari pengadaan sarana prasarana kantor, jalan, bisa irigasi, hingga pembangunan infrastruktur lainnya," katanya di Batam, Kepri, Senin.
"Sebetulnya, masih kurang untuk realisasinya karena masih di angka 37,9 persen," tambahnya.
Namun, Malik optimistis realisasi akan meningkat signifikan sampai akhir tahun seiring percepatan proyek fisik di lapangan.
"Sebagian besar kegiatan fisik saat ini sedang berjalan dan beberapa sudah mendekati tahap penyelesaian. Begitu pekerjaan selesai, pembayarannya akan langsung menambah capaian realisasi," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Batam siapkan 52 ribu paket sembako murah
Untuk memastikan anggaran terserap sesuai target, katanya, pihaknya secara rutin melakukan evaluasi triwulanan terhadap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Malik juga menjelaskan tidak seluruh pagu anggaran sebesar Rp909 miliar akan terealisasi sepenuhnya karena sebagian mengalami efisiensi hasil proses tender.
"Dari pagu Rp900 miliar itu tidak semuanya habis terkontrak, karena ketika dilelang biasanya ada penawaran di bawah nilai pagu dari masing-masing OPD," katanya.
Meskipun demikian, BPKAD optimistis capaian belanja modal tahun ini akan sesuai dengan kontrak kerja pembangunan, mengingat sebagian besar proyek prioritas kini tengah dalam tahap penyelesaian.
"Kalau melihat progres di lapangan dan laporan dari OPD, kita optimis target realisasi bisa tercapai sesuai jadwal," ujar dia.
Baca juga: 131 dapur MBG di Kepri layani 388 ribu penerima

Komentar