Logo Header Antaranews Kepri

Bappeda Kaji Manfaat Ekonomi Jembatan ke Johor

Kamis, 21 Februari 2013 16:19 WIB
Image Print

Karimun (Antara Kepri) - Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengadakan kajian mengenai manfaat ekonomi terkait gagasan pembangunan jembatan yang menghubungkan beberapa pulau sampai Kukup, Johor, Malaysia.

"Sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi yang kami miliki. Maka kami diinstruksikan oleh Bupati agar membuat kajian ekonomi sehingga gagasan pembangunan jembatan tersebut benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karimun TS Arif Fadillah di Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Arif Fadillah mengatakan, kajian ekonomi yang dilakukan di antaranya adalah menggali serta menginventarisasi potensi yang dimiliki setiap pulau yang akan dirangkai dengan jembatan.

Dia mencontohkan rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Parit dengan Pulau Karimun Besar hendaknya memberikan manfaat bagi masyarakat kedua pulau.

"Kalau Pulau Parit memiliki potensi wisata, maka akan kita benahi objek-objek wisata. Atau jembatan menuju Tanjung Hutan yang disambut dengan pembangunan kawasan wisata terpadu," ucapnya.

Dia juga mengatakan pembangunan infrastruktur seperti jalan di pulau-pulau yang akan dihubungkan dengan jembatan juga menjadi prioritas sehingga pulau tersebut memiliki nilai jual dan daya tarik investasi.

"Pada prinsipnya, rencana pembangunan jembatan tersebut harus memberikan manfaat sehingga masyarakat tidak menjadi penonton ketika akses transportasi dari kawasan Asia terbuka lebar sehingga turut mempengaruhi perdagangan dan investasi," tuturnya.

Penyusunan kajian ekonomi Jembatan Sumatera Semenanjung Melayu, ungkap Arif Fadillah, merupakan tindak lanjut dalam kerja sama yang ditandatangani Pemkab Karimun dengan Pelalawan, Riau pada akhir Januari 2013 di Pangkalan Kerinci.

Jembatan tersebut akan menghubungkan beberapa pulau, di antaranya jembatan dari Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan (Sumatera) ke Pulau Mendol, Penyalai sepanjang 2,7 kilometer dan lebar 12,5 meter dan total perkiraan biaya Rp810 miliar.

Jembatan dari Pulau Mendol ke Sawang (Pulau Kundur-Karimun) sepanjang 13 km dan perkiraan biaya Rp3,9 triliun, Sawang ke Kecamatan Belat (Pulau Belat-Karimun) dengan panjang 400 meter dan biaya Rp120 miliar, Pulau Belat ke Pulau Gunung Papan sepanjang 250 meter dan perkiraan biaya Rp75 miliar.

Kemudian, jembatan dari Pulau Gunung Papan ke Pulau Lumut sepanjang 500 meter dan perkiraan biaya Rp31,25 miliar, Pulau Lumut ke Pulau Parit 200 meter dan biaya Rp25 miliar, Pulau Parit ke Pulau Karimun Besar 3,1 km dan biaya Rp930 miliar, Pulau Karimun Besar-Pulau Karimun Anak sepanjang 880 meter.

Dan, jembatan dari Pulau Karimun Anak ke Kukup, Johor, Malaysia dengan panjang 20 km dan perkiraan biaya Rp12 triliun.

Panjang jembatan keseluruhannya 41,45 km dan rencana biaya sekitar Rp58 triliun. (Antara)

Editor: Ridwan Chaidir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026