
Bappeda Kepri gunakan strategi baru tekan angka kemiskinan

Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Aries Fariandi mengungkapkan strategi baru dalam menekan angka kemiskinan di daerah itu.
Aries menyampaikan program Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) di Kepri akan difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin, peningkatan kapabilitas dan pendapatan melalui pemberdayaan, serta pengurangan kantong-kantong kemiskinan berbasis wilayah.
"Termasuk pentingnya sinergi program yang terintegrasi dalam lima klaster penanggulangan kemiskinan guna menciptakan intervensi yang komprehensif," katanya di Tanjungpinang, Rabu.
Baca juga: Pemprov Kepri memangkas TPP ASN pada APBD 2026 sebesar 7,65 persen
Aries menjelaskan kelima klaster tersebut meliputi program bantuan sosial, lalu peningkatan produktivitas/pemberdayaan ekonomi, sinergi antardaerah, penguatan kelembagaan, dan penanggulangan berbasis masyarakat.
Sementara untuk menajamkan intervensi, kata dia, alokasi program dan anggaran tahun 2025/2026 harus didasarkan pada analisis Root Cause atau analisis akar dari masalah kemiskinan di setiap wilayah kabupaten/kota se-Kepri.
Aries menegaskan bahwa akurasi data merupakan prasyarat utama dalam perencanaan. Ia meminta seluruh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten/Kota memprioritaskan validasi dan pemanfaatan basis data P3KE yang disandingkan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta data Badan Pusat Statistik (BPS).
Dengan data yang akurat, sambungnya, program bantuan sosial dapat difokuskan pada rumah tangga di desil I (kelompok termiskin). Sementara, program pemberdayaan ekonomi diarahkan kepada rumah tangga miskin yang memiliki potensi untuk naik kelas.
“Integrasi data dan program ini diharapkan mampu mempercepat progres Kepri menuju target penurunan persentase penduduk miskin menjadi 4,14 persen pada tahun 2026,” kata dia.
Baca juga: Wamenbud: Monumen Bahasa Nasional di Penyengat simbol sejarah Bumi Melayu
Aries menyebutkan jumlah penduduk miskin Kepri per Maret 2025 sebanyak 117.280 orang atau setara dengan 4,44 persen dari total penduduk yang sebanyak 2,7 juta orang.
Dia memastikan Kepri berkomitmen penuh terhadap instruksi Presiden Prabowo untuk mencapai nol persen kemiskinan ekstrem pada tahun 2029. Data per Maret 2025 menunjukkan kemiskinan ekstrem di Kepri berada pada kisaran 0,49 persen.
Ia turut menambahkan adanya disparitas tingkat kemiskinan antar kabupaten/kota di Kepri yang perlu menjadi perhatian.
Tingkat kemiskinan tertinggi terdapat di Kabupaten Natuna sebesar 8,06 persen, disusul Kabupaten Lingga 7,68 persen, dan Kabupaten Kepulauan Anambas 6,70 persen.
“Sebaliknya, tingkat kemiskinan terendah dicatatkan oleh Kota Batam sebesar 4,03 persen dan Kota Tanjungpinang sebesar 4,39 persen,” demikian Aries.
Baca juga: Kepri International Art & Culture perkenalkan budaya Melayu
Pewarta : Ogen
Editor:
Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026
