
Pencak silat catat sejarah, tampil resmi di Asian Youth Games

Jakarta (ANTARA) - Pencak silat mencatat tonggak bersejarah dengan tampil resmi sebagai cabang olahraga medali untuk pertama kalinya di ajang Asian Youth Games (AYG) Bahrain 2025.
“Ini adalah buah dari kerja keras dan diplomasi yang panjang. Dari awal, Persilat bersama NOC Indonesia meyakinkan panitia AYG dan tuan rumah bahwa pencak silat layak menjadi bagian dari pesta olahraga remaja Asia. Kini, pencak silat bukan lagi ekshibisi, tapi cabang olahraga resmi yang memperebutkan medali,” kata mantan Ketua Harian Persilat, Benny Sumarsono, dikutip di Jakarta, Selasa.
Langkah ini menjadi hasil perjuangan panjang Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) bersama Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) dalam memperjuangkan pengakuan internasional terhadap olahraga bela diri warisan Nusantara tersebut. Setelah melewati proses diplomasi intensif, tuan rumah Bahrain akhirnya menyetujui pencak silat menjadi cabang resmi setelah sebelumnya hanya berstatus eksibisi.
Pelaksanaan cabang pencak silat di Asian Youth Games Bahrain 2025 berjalan lancar dan mendapat apresiasi luas. Sebanyak 14 negara berpartisipasi yang merupakan sebuah tanda bahwa semakin luasnya penerimaan olahraga ini di kawasan Asia. Distribusi medali juga menunjukkan persaingan yang merata.
Selain Indonesia yang meraih medali emas dan perak, Uzbekistan berhasil membawa pulang satu emas dan satu perunggu, sedangkan Filipina juga mengamankan satu emas. Tuan rumah Bahrain dan Kirgiztan meraih masing-masing satu perak, sementara Kamboja, Iran, Kazakhstan, dan Malaysia memperoleh satu perunggu.
Momentum bersejarah tersebut turut disaksikan langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Bahrain Ardi Hermawan yang hadir di Hall 1 Exhibition World Bahrain.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pencak silat ukir sejarah, tampil pertama kalinya di Asian Youth Games
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
