Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau meliburkan kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah yang berada di wilayah latihan menembak Kecabangan TNI Angkatan Darat (AD).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna Hendra Kusuma, di Natuna, Rabu, mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk menjaga keselamatan peserta didik selama pelaksanaan latihan, meski demikian, para siswa tetap diminta untuk melaksanakan kegiatan belajar dari rumah. Sekolah diliburkan pada hari ini Rabu (22/10).
“Sekolah diliburkan sementara, namun anak-anak tetap belajar di rumah masing-masing dengan bimbingan dari guru,” ucap Hendra.
Baca juga: Kementerian Investasi kawal investasi dan perizinan BP Batam
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Umar Wirahadi menambahkan total sekolah yang diliburkan mencapai 30 unit, terdiri atas empat Kelompok Bermain, sembilan Taman Kanak-kanak, sembilan Sekolah Dasar, tiga Sekolah Menengah Pertama, dua Madrasah Tsanawiyah, dua Sekolah Menengah Atas, dan satu Sekolah Menengah Kejuruan.
“Ke-30 sekolah tersebut berada di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Batubi dan Kecamatan Bunguran Utara,” katanya.
Menurut Umar, keputusan meliburkan sekolah diambil setelah adanya koordinasi dengan Batalyon Komposit Gardapati (Yonkomposit) 1/GP yang merupakan salah satu peserta latihan kecabangan di wilayah tersebut.
Baca juga: DPRD dan Pemkot Batam tetapkan 15 ranperda dalam propemperda 2026
Langkah ini merupakan bentuk antisipasi karena latihan melibatkan penggunaan amunisi dengan daya ledak tinggi.
Pemkab Natuna berharap kegiatan latihan TNI AD dapat berjalan aman dan lancar, serta kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat segera kembali normal setelah latihan selesai.
“Jika diperlukan, masa libur bisa diperpanjang sesuai kebutuhan dan jadwal latihan,” ucap dia.
Baca juga:
Kemenkopolkam bersama Kemendagri jaring aspirasi revisi UU 23/2014 zona barat
BP Batam beri anugerah pada investor pendorong pembangunan daerah

Komentar