Logo Header Antaranews Kepri

SPBU Batam Hanya Terima Separuh Pasokan Pertamina

Minggu, 24 Februari 2013 08:17 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - PT Pertamina Wilayah Kepulauan Riau mengurangi pasokan solar pada seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) hingga separoh namun mengintensifkan pengiriman untuk meminimalisir penyalahgunaan ke industri.

"Biasanya setiap SPBU mendapat pasokan sekitar 16.000 kilo kiter per dua hari atau tiga kali seminggu. Namun mulai saat ini pengiriman dilakukan sekali sehari dengan jumlah 8.000 kilo liter sekali kirim," kata Sales Representatif BBM Ritel PT Pertamina wilayah Kepulauan Riau (Kepri), Teuku Desky Arifin di Batam.

Jika SPBU dikirim langsung 16.000 sampai 20.000 kilo liter dua hari sekali, kata dia, hanya dalam beberapa jam langsung habis.

Hal tersebut, kata dia, akan menimbulkan kekosongan hampir dua hari dan meresahkan masyarakat yang membutuhkan solar bersubsidi.

"Jika dikirim setiap hari, maka kekosongan paling hanya hitungan jam. Selain itu, juga bisa meminimalisir penyalahgunaan dengan melansir dari SPBU menggunakan mobil modifikasi dan ditampung untuk dijual ke industri," kata Desky.

Pertamina tidak memungkiri sebgain solar bersubsidi dilansir oleh mobil-mobil berbahan bakar solar yang telah dimodifikasi untuk ditampung oleh perusahaan yang akan menyalurkan ke industri dan kapal-kapal asing.

"Kami tidak ingin semua terjadi. Pertamina dan Pemerintah Kota Batam sudah melakukan langkah-langkah namun belum efektif. BBM bersubsidi seharusnya untuk mereka yang membutuhkan," kata dia.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Edward Brando mengatakan upaya pemberantasan penyelewengan BBM bersubsidi di Batam belum menyentuk perusahaan besar yang menerima solar yang diambil dengan mobil-mobil kecil di SPBU.

"Selama ini yang ditangkap hanya mobil-mobil yang kedapatan membeli solar berlebihan dengan tanki dimodifikasi saja. Belum ada perusahaan penampung yang tersentuh," kata dia.

Ia mengatakan, jika semua pihak serius memberantas penyelewengan BBM bersubsidi di Batam seharusnya gudang-gudang penimbun yang banyak tersebar di pinggiran Batam dibongkar.(*)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026