Logo Header Antaranews Kepri

Ribuan Buruh Batam Telantar

Selasa, 26 Februari 2013 22:17 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Ribuan buruh Kota Batam yang hendak pergi dan pulang kerja telantar setelah sejumlah angkutan umum berhenti beroperasi karena tidak mendapatkan bahan bakar minyak bersubsidi, Selasa.

"Angkutan umum yang berjalan hanya satu dua saja. Itu pun penuh semua. Kami sudah lama menunggu, belum dapat angkutan juga," kata Yuliastuti, seorang pekerja yang hendak berangkat ke Kawasan Batamindo.

Ia mengatakan, sejak beberapa hari terakhir angkutan dari Batam Centre menuju Batamindo Mukakuning banyak yang tidak beroperasi.

Hal senada disampaikan Riska di Kawasan Industi Batamindo yang sudah beberapa jam menunggu angkutan untuk pulang ke wilayah Bengkong namun belum dapat angkutan umum.

"Katanya angkutan umum tidak memperoleh premium. Jadinya banyak yang tidak jalan. Sementara dari perusahaan tidak menyediakan angkutan bagi karyawan," kata dia.

Pengemudi angkutan Bengkong-Mukakuning Rizaldi mengatakan kesulitan mendapatkan premium.

"Waktu kami habis untuk putar-putar cari premium. Kami tidak mungkin 'narik' kakau tidak ada minyak," ujar dia di SPBU Sungai Panas yang juga kehabisan stok premium.

Ia mengatakan, jika harus mengisi pertamax plus sebagai pengganti premium, merasa berat.

"Bisa saja kami isi pertamax. Tetapi apa mau penumpang kami membayar dua kali lipat sesuai harga bahan bakar," tanya dia.

Sejak pekan lalu, hampir seluruh SPBU di Batam kehabisan persediaan BBM bersubsidi solar dan premium.

Pertamina dan Pemerintah Kota Batam mensinyalir kelangkaan solar bersubsidi karena banyaknya mobil pelansir dengan tanki dimodifikasi untuk disetorkan ke pengusaha.

Selanjutnya, pengusaha menjual solar subsidi tersebut pada industri dan kapal-kapal asing di Batam.

"Pemerintah Kota Batam dan seluruh instansi terkait harus serius mengatasi masalah ini. Jangan sampai merugikan masyarakat," kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam Irwansyah.

Anggota DPRD Batam lain Edward Brando meminta pihak berwenang mengusut kelangkaan solar termasuk membongkar jaringan pengusaha besar yang menyalurakn solar subsidi ke industri.

"Selama ini yang ditangkap hanya pelansir. Sementara pengusaha yang menampung solar tersebut dan menjual ke industri belum tersentuh," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026