Logo Header Antaranews Kepri

Hamas sebut butuh alat tambahan untuk evakuasi jenazah sandera

Senin, 10 November 2025 10:11 WIB
Image Print
Petugas medis Palestina sedang mempersiapkan jenazah korban tak dikenal yang diserahkan Israel melalui Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Kompleks Medis Nasser di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 22 Oktober 2025. (ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad.)

Kairo (ANTARA) - Sayap militer kelompok perjuangan Palestina Hamas, Brigade Al-Qassam, Ahad (9/11) mengatakan pihaknya membutuhkan tambahan personel dan peralatan teknik untuk mengevakuasi jenazah sandera Israel yang masih tersisa di Jalur Gaza.

“Proses evakuasi jenazah pada periode sebelumnya dilakukan dalam kondisi yang sangat sulit. Meski demikian, kami telah memenuhi seluruh kewajiban sesuai kesepakatan. Kami menegaskan bahwa pemulihan jenazah yang tersisa memerlukan tambahan brigade dan peralatan teknis,” demikian isi pernyataan tersebut.

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober. Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Hamas membebaskan 20 tahanan yang ditahan di Gaza sejak 7 Oktober 2023, sehingga seluruh sandera yang masih hidup telah dibebaskan.

Sebagai imbalannya, Israel membebaskan 250 tahanan Palestina dan 1.718 warga Gaza yang sebelumnya ditahan. Saat ini, Hamas tengah menyerahkan kepada Israel jenazah para sandera yang meninggal dalam tahanan.

Hingga kini, Hamas telah mengembalikan 23 jenazah sandera kepada Israel. Menurut data otoritas Israel, masih ada lima jenazah sandera yang belum ditemukan dan diyakini masih berada di Gaza.

Sumber: Sputnik-OANA

Baca selanjutnya,
Delapan negara siap tangkap Benjamin Netanyahu...



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026