Batam (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau (KPw BI Kepri) menjadikan Pulau Belakangpadang sebagai ikon ekonomi digital di kawasan perbatasan.
"Pulau Belakangpadang menjadi ikon ekonomi digital perbatasan, di mana budaya lokal berpadu dengan teknologi digital," kata Deputi BI Kepri Ardhienus dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Kepri, Ahad.
Ia mengatakan pulau yang berada di luar daratan utama dan berhadapan langsung dengan Singapura itu, menjadi garda terdepan Indonesia sekaligus pintu interaksi ekonomi lintas negara.
"Melalui kegiatan edukasi pembayaran QRIS bertajuk Berlayar ini, BI Kepri ingin menghadirkan pendekatan edukatif dan inklusif agar masyarakat merasakan langsung manfaat pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari," kata dia.
Ia menyebutkan Belakangpadang bukan hanya sekadar daerah perbatasan, tetapi jembatan interaksi ekonomi lintas negara.
"Kami ingin membuktikan bahwa digitalisasi bukan hanya untuk kota besar, tetapi juga untuk pulau-pulau yang menjadi jendela terdepan negeri ini," tambahnya.
Ardhienus juga memaparkan pesatnya perkembangan digitalisasi di Kepri. Selama 2024, penggunaan QRIS di Kepri mencatat 33,9 juta transaksi atau tumbuh 117,34 persen secara tahunan.
"Hingga akhir September 2025, volume transaksi meningkat menjadi 64,9 juta transaksi dengan pertumbuhan 181,80 persen. Nilai transaksi mencapai Rp7,7 triliun, tumbuh 140,31 persen secara tahunan," kata dia.
Ia meyakini kemajuan tersebut hanya akan berkelanjutan jika didukung partisipasi aktif masyarakat.
Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri Zulhendri mengapresiasi langkah BI Kepri yang sejalan dengan upaya pemerintah daerah memperluas layanan digital hingga ke wilayah luar daratan.
"Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya Tim Digitalisasi Daerah, dimana digitalisasi tidak hanya dinikmati di perkotaan, namun oleh masyarakat di tingkat bawah. Sekarang belanja tidak memerlukan pembayaran tunai, namun bisa secara digital," katanya.
Ia mengatakan bahwa percepatan digitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Kepri untuk mendorong pembayaran dengan QRIS, tak hanya di Batam namun juga di daerah terpencil seperti Natuna, Lingga dan Kepulauan Anambas.

Komentar