Logo Header Antaranews Kepri

Trump desak berkas pelaku kejahatan Epstein dirilis

Senin, 17 November 2025 11:46 WIB
Image Print
Sebuah meja pijat ditampilkan di pengadilan selama persidangan Ghislaine Maxwell, rekan Jeffrey Epstein yang dituduh melakukan perdagangan seks, dalam sketsa ruang sidang di New York City, AS, Jumat (3/12/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Jane Rosenberg/AWW/sa. (REUTERS/JANE ROSENBERG)

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin mendesak anggota Kongres AS dari Partai Republik untuk setuju merilis berkas-berkas terkait terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

Hal ini menunjukkan bahwa posisinya berbalik dari beberapa waktu yang lalu, ketika ia mengecam keras anggota partai Republik yang mendukung dirilisnya berkas Epstein. Terlebih, ia sendiri diduga memiliki hubungan dengan Epstein yang dituduh memperdagangkan anak-anak.

"Anggota DPR dari Partai Republik harus setuju merilis berkas Epstein karena kita tak punya apa-apa untuk disembunyikan, dan kini waktunya bergerak dari Hoaks Demokrat yang diciptakan oleh Orang Kiri Radikal Gila untuk beralih dari Kesuksesan Besar Partai Republik," kata Trump di Truth Social

Pada 2019, Jeffrey Epstein didakwa di AS atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur, yang hukuman penjaranya mencapai hingga 40 tahun, dan konspirasi untuk melakukan perdagangan tersebut dengan ancaman penjara hingga 5 tahun.

Menurut jaksa, pada periode 2002--2005, Epstein melakukan hubungan seksual dengan puluhan gadis di bawah umur di tempat tinggalnya di New York dan Florida.

Ia membayar para korban dengan uang tunai ratusan dolar, dan bahkan meminta beberapa di antara mereka untuk merekrut gadis-gadis baru. Sebagian korbannya masih berusia 14 tahun.

Namun, ia tiba-tiba ditemukan "setengah sadar" di sel penjaranya pada akhir Juli dan kemudian meninggal dunia. Penyidik menyimpulkan bahwa ia bunuh diri.

Sumber: Sputnik



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Trump desak berkas Epstein dirilis, klaim tak ada yang disembunyikan



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026