
BKKBN Kepri dan Pemkot Batam laksanakan KB Mobile terakhir tahun ini

Batam (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau bersama Pemerintah Kota Batam menggelar layanan Keluarga Berencana (KB) Mobile atau bergerak sebagai putaran terakhir pada tahun ini.
Kepala Perwakilan BKKBN Kepri Rohina mengatakan kegiatan tersebut menggabungkan penyuluhan kesehatan reproduksi dan pelayanan KB gratis dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Batam.
“Kegiatan berlangsung mulai 17 November hingga 9 Desember 2025 di 17 titik pelayanan. Pelayanan KB ini disebut KB Mobile karena tim berkeliling dari satu lokasi ke lokasi lain. Semua dibantu tenaga medis dari tiap puskesmas kecamatan,” katanya saat dihubungi di Batam, Senin.
Lokasi pelayanan tersebar di kelurahan dan puskesmas, di antaranya Tanjung Riau, Sungai Langkai, Bukit Tempayan, Kabil, Baloi Permai, dan sejumlah wilayah lain.
Gelombang terakhir ini menjangkau 10 kecamatan kecuali Belakangpadang dan Galang.
“Kami memetakan lokasi yang memiliki banyak akseptor, tetapi tiap kecamatan sudah kami jangkau di tahun ini. Misalnya Galang, sudah mendapat dua kali kunjungan KB Mobile,” kata dia.
Dia menjelaskan KB Mobile sudah dilakukan sekitar enam kali sepanjang tahun, di luar kegiatan tambahan yang dilaksanakan pada kesempatan tertentu, seperti World Contraception Day pada September lalu.
Ia mengatakan untuk KB Mobile tidak ditetapkan target angka tertentu, namun fokus utama tetap pada peningkatan layanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
“KB Mobile ini lebih ke strategi perluasan jangkauan. Yang penting akseptor mendapat metode kontrasepsi jangka panjang sesuai kebutuhannya,” katanya.
Selain pelayanan KB, tim gabungan dari BKKBN Kepri, dinas serta tenaga medis juga membuka sesi konseling dan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi.
Rohina menekankan bahwa setiap akseptor wajib melalui proses konseling dan penapisan terlebih dahulu.
“Ada yang belum paham soal KB, ada juga kondisi fisik tertentu yang membuat mereka hanya cocok dengan jenis alat kontrasepsi tertentu. Karena itu harus diberi pemahaman,” katanya.
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
