Logo Header Antaranews Kepri

Dispar Batam Minta Waspadai Paket Wisata Murah

Kamis, 21 Maret 2013 18:30 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Dinas Parawisata Batam dan Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Kepulauan Riau mengingatkan masyarakat agar mewaspadai tawaran paket wisata atau tiket murah, melalui pesan singkat atau media sosial karena banyak terjadi penipuan.

"Sudah banyak masyarakat yang tertipu dengan modus-modus tiket murah yang ditawarkan melalui media sosial atau pesan singkat. Jadi masyarakat harus hati-hati agar tidak menjadi korban penipuan," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Yusfa Hendri di Batam, Kamis.

Ia mengimbau pada masyarakat yang ingin bepergian untuk membeli tiket dari agen yang memiliki kantor di Batam meminimalisasi penipuan.

"Jangan mudah tergiur, belilah tiket atau paket wisata dari agen-agen perjalanan yang memiliki kantor resmi agar jika terjadi kesalahan bisa diurus kembali," kata dia.

Ia mengatakan, bukan semua penawaran paket perjalanan atau tiket murah yang ditawarkan lewat media "online" atau media sosial merupakan penipuan.

"Memang tidak semuanya penipuan, ada juga penawaran 'online' itu penipuan. Banyak juga yang sesuai dengan penawaran. Namun alangkah baiknya jika lebih jeli dan hati-hati," kata Yusfa.

Selain itu Yusfa juga mengimbau pada masyarakat agar tidak mudah tertipu pada toko "online" yang menawarkan berbagai produk elektronik murah dan mengatakan memiliki kantor di Batam.

Di tempat sama, Sekjen ASITA Kepri, Andika Lim, mengatakan di Batam ada kurang lebih 100 agen perjalanan dan penjualan tiket resmi yang memiliki kantor resmi, meski yang tercatat sebagai anggota ASITA hanya sekitar 60 agen tiket dan biro perjalanan saja.

"Kami sudah mengimbau semua anggota ASITA untuk memasang logo organisasi agar mudah dikenali oleh masyarakat. Karena pada semua agen perjalan di bawah naungan ASITA ada jaminan pada pelanggan," kata dia.

Ia mengatakan, pembeli tiket atau paket wisata pada agen di bawah naungan ASITA lebih aman dan dapat ditanggungjawabkan. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026