Logo Header Antaranews Kepri

Bapanas tugaskan bulog alokasikan 4.000 ton beras premium di Provinsi Kepri

Jumat, 28 November 2025 17:29 WIB
Image Print
Bulog Tanjungpinang, Kepri, jual beras SPHP melalui pasar murah menyambut Natal dan Tahun Baru, Senin (24/11/2025). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Badan Urusan Logistik (Bulog) mengalokasikan 4.000 ton beras premium dari Sulawesi ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk menjaga ketersediaan pangan menyambut Natal dan Tahun Baru serta mengantisipasi cuaca buruk.

Pengalokasian ribuan ton beras premium itu merupakan respon dari permintaan Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang disampaikan dalam video conference bersama Bapanas, Bulog dan Kapolda Kepri.

"Kita menyambut baik upaya Bapanas bersama Bulog, dan ini diharapkan dapat mengatasi ketersediaan beras di Kepri jelang Natal dan Tahun Baru," kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Jumat.

Ansar mengharapkan beras yang dialokasikan Bulog tersebut dapat segera didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota se-Kepri, terutama di pulau-pulau terluar seperti Lingga, Anambas dan Natuna.

Ia mengatakan mendorong untuk menggesa distribusi beras ke pulau terluar, mengingat kondisi cuaca ekstrem kerap terjadi di akhir tahun dan itu bisa menghambat pengiriman beras kepada warga pulau.

Selain itu, Gubernur Ansar juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Ia mengingatkan adanya potensi tekanan harga akibat cuaca ekstrem dan peningkatan permintaan masyarakat menjelang akhir tahun.

Baca juga: Pemkab Natuna salurkan bantuan beras untuk 119 keluarga di pulau terluar

Beberapa komoditas yang perlu diantisipasi antara lain cabai merah, beras, ikan selar, minyak goreng, telur dan ayam ras.

Ia pun meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis memperkuat koordinasi, memperbarui neraca pangan, serta memastikan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok.

"Inflasi Kepri pada Oktober 2025 berada di level 0,36 persen (bulan ke bulan) dan 3,01 persen (tahunan), masih berada dalam rentang sasaran nasional. Namun, penting diantisipasi adanya potensi tekanan harga akibat cuaca ekstrem dan permintaan masyarakat jelang akhir tahun," katanya.

Sementara itu, Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati mengaku optimistis inflasi jelang dan saat Natal dan Tahun Baru dapat dijaga di bawah 3,5 persen.

Menurut dia, sejumlah program pengendalian harga berjalan efektif, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memicu lonjakan harga.

"Kami yakin inflasi di Kepri tetap terjaga dengan baik," katanya.

Baca juga: DPRD Batam dorong penguatan peran organisasi pendamping anggota dewan



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026