
Disdik Batam: CSR Perusahaan untuk Pendidikan Minim

Batam (Antara Kepri) - Kepala Dinas Kependidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengatakan hingga saat ini dana bantuan perusahaan (CSR) untuk peningkatan pendidikan masih minim.
"Meski di Batam ada ratusan perusahaan besar dan perusahaan asing, namun dana bantuan dari mereka untuk pendidikan masih sangat minim," kata dia di Batam, Rabu.
Muslim mengatakan setiap tahun hanya ada beberapa perusahaan yang membantu pendidikan di Batam melalui Dewan Pendidikan Batam.
"Untuk mensukseskan pendidikan di Batam tidak mungkin ditanggung sendiri oleh pemerintah, karena pertumbuhan penduduk di Batam sangat tinggi. Namun kepedulian mereka (perusahaan) terhadap pendidikan masih minim," katanya.
Muslim berharap, dunia usaha bisa membantu pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan untuk dunia usaha dan industri.
Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan mengatakan, infrastruktur dan pendidikan menjadi prioritas pembangunan Batam, selain kesehatan.
Namun Dahlan tidak menyinggung kebijakan mereka mendorong perusahaan mengalokasikan dana CSR untuk pendidikan dan kesehatan.
"Yang jelas, akan disingkronkan dengan kegiatan pusat dan provinsi. Jadi tidak berjalan sendiri-sendiri," kata Dahlan.
Kepala Dinas Tata Kota Batam, Gintoyono sebelumnya mengajukan pembangunan terhadap 23 sekolah SD dan SMP untuk tahun anggaran 2014.
"Kami mengajukan 16 unit SD baru yang tersebar disemua kecamatan. Sementara untuk SMP, yang diajukan ada 7 unit sekolah. Anggaran pembangunan SD diajukan Rp52,5 miliar dan SMP Rp25,5 miliar," kata dia.
Ia membeberkan, SD yang diajukan, SD Belian, SD Baloi Permai, SD Buliang (baru) dan SD Buliang (lanjutan), SD di Sei Langkai, Taman Pesona Indah Uncang, Kabil, Sei Binti, Sagulung (baru), Sagulung (lanjutan), Tembesi (lanjutan), Sagulung, Tembesi Vila Mukakuning dan Mukakuning lanjutan dan SD di Duriangkang lanjutan, Sei Beduk lanjutan, Dermot dan SD di Sei Harapan. (Antara)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
