
Pemkot Batam tingkatkan peran ibu jadi agen cegah stunting

Batam (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) meningkatkan peran ibu rumah tangga sebagai agen perubahan dalam upaya pencegahan stunting dengan edukasi gizi untuk balita.
Kepala Bidang Kesejahteraan dan Pembangunan Keluarga DP3AP2KB Batam Dewi Murni mengatakan hingga saat ini lima pos pelayanan terpadu (posyandu) melaksanakan demo masak sekaligus edukasi gizi di Kelurahan Belian.
“Yang kita jangkau sudah hampir 200 ibu rumah tangga. Tapi masih ada banyak posyandu yang kami kejar, di Belian sendiri ada 32 posyandu,” ujarnya saat dihubungi di Batam, Sabtu.
Dia menjelaskan peningkatan pengetahuan ibu sebagai kebutuhan penting, terutama terkait dengan makanan bergizi, cara pengolahan yang benar, dan pemenuhan kebutuhan kalori serta protein bagi anak.
Baca juga: BPBD dan Basarnas Natuna buka posko siaga cuaca ekstrem di Ranai
“Peran ibu sebagai agen perubahan itu kunci dalam mencegah stunting. Apa yang disajikan setiap hari di rumah sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak,” katanya.
Ia menyebutkan salah satu tantangan di lapangan mewujudkan hal tersebut, masih perlunya dukungan masyarakat terhadap program pemerintah.
Keterlibatan aktif warga, khususnya kehadiran ibu hamil dan balita ke posyandu, kata dia, menentukan efektivitas edukasi tersebut.
“Semakin banyak yang hadir dan peduli, semakin banyak pula yang mendapat layanan dan edukasi langsung dari petugas,” ujar dia.
Ke depan, DP3AP2KB Batam juga menjajaki kerja sama dengan Baznas Batam untuk memperluas kegiatan demo masak.
“Kita mau koordinasi dulu. Kalau setuju dan demo masak bisa dapat bantuan dari Baznas, alhamdulillah. Itu akan sangat membantu menjangkau ibu rumah tangga,” ujarnya.
Baca juga: Pemkot Batam ingin lomba elang-elang laut masuk kalender internasional
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
