Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau mengajarkan para siswa memainkan teater mendu sebagai upaya merawat dan menjaga keberlanjutan warisan budaya asli daerah itu.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna Hadisun, dikonfirmasi dari Natuna, Rabu, mengatakan pengenalan teater mendu dikemas dalam bentuk lokakarya kesenian tradisional yang berlangsung selama lima hari, 2–6 Desember 2025.
Peserta kegiatan itu, kata dia, para pelajar dan guru SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3 Bunguran Timur.
Ia menjelaskan lokakarya itu langkah pemerintah daerah menanamkan kecintaan, pemahaman, dan keterlibatan aktif generasi muda terhadap teater mendu sehingga identitas budaya setempat terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Materi yang diajarkan dalam kegiatan itu, mencakup pengenalan dasar dan teknik teater mendu, termasuk dialog, gerak tari, dan seni peran khas mendu.
Narasumber dalam kegiatan itu, maestro budaya mendu supaya para pelajar dapat belajar langsung dari praktisi yang memahami sejarah, gaya, dan keunikan kesenian tersebut.
Dia menjelaskan mendu dikenalkan kepada generasi muda karena merupakan teater rakyat Natuna yang kaya nilai hiburan, pendidikan, dan telah lama menjadi identitas kesenian lokal.
Melalui lokakarya itu, Pemkab Natuna berharap, semakin banyak anak muda terlibat aktif dalam kegiatan seni tradisi, sehingga teater mendu dapat terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Mendu telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia sejak 2014.

Komentar