
Lanal Karimun Gelar Simulasi Ketahanan Pangkalan

Karimun (Antara Kepri) - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat menggelar simulasi untuk menguji ketahanan pangkalan dari ancaman dan gangguan.
Simulasi diikuti seluruh prajurit TNI AL di jajaran Lanal Tanjung Balai Karimun dengan dipimpin Komandan Komando Latihan (Dankolat) Armada Wilayah Barat (Armabar) Kolonel Laut (P) Yudo Margono.
Latihan atau simulasi tersebut diawali dengan aksi demonstrasi ratusan massa yang mencoba merangsek masuk ke Markas Komando Lanal (Makolanal) yang terletak di Jalan Nusantara Tanjung Balai Karimun ketika para prajurit mengikuti apel pagi.
Aksi massa tersebut membuat prajurit yang mengikuti apel bubar. Satu unit pasukan anti huru hara Lanal dikerahkan untuk memukul mundur massa.
Belum tuntas menghalau massa, para prajurit dikejutkan dengan laporan dari Pos AL Leho di Kecamatan Tebing yang menyatakan satu pesawat tempur asing memasuki wilayah udara Karimun.
Dengan sigap, beberapa prajurit bertindak menyiapkan peralatan tempur untuk menghalau pesawat tempur tersebut.
Pasukan penembak meriam dikerahkan untuk menembak pesawat tempur hingga jatuh ke laut. Namun, satu bagian dari Makolanal terkena tembakan dari pesawat sehingga memicu kebakaran yang kemudian disambut dengan pengerahan prajurit untuk memadamkan api yang berhasil dijinakkan dalam waktu sekitar 10 menit.
Komandan Lanal Tanjung Balai Karimun Letkol Laut (P) Sawa mengatakan simulasi tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan Tim Kolat Armabar yang sebelumnya juga menggelar latihan serupa di Lantamal IV Tanjungpinang, Lanal Batam dan Lanal Dabo Singkep.
"Simulasi ini bertujuan untuk menguji kemampuan prajurit dalam menghadapi segala bentuk serangan, ancaman dan gangguan keamanan, baik dari dalam maupun luar," kata Danlanal Sawa.
Menurut Sawa, kesiapan prajurit sangat penting mengingat Karimun merupakan daerah perbatasan sehingga membutuhkan pengamanan ekstra terhadap ancaman keutuhan NKRI.
"Karimun sebagai daerah kepulauan dan berada di perbatasan Malaysia, Singapura dan Selat Malaka memiliki ancaman dan tantangan, tidak hanya kesiapan prajurit, tetapi juga kesiapan armada dan peralatan tempur," katanya. (Antara)
Editor: Kaswir
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
