Logo Header Antaranews Kepri

Tim keamanan Maduro tewas dalam operasi AS

Senin, 5 Januari 2026 10:52 WIB
Image Print
Tangkapan layar - Laman platform Truth Social milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengunggah foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap dan berada dalam tahanan AS di atas kapal USS Iwo Jima. ANTARA/Truth Social @realDonaldTrump/am.

Washington (ANTARA) - Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino mengatakan sebagian besar tim keamanan Presiden Nicolas Maduro tewas dalam operasi Amerika Serikat.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Minggu (4/1) Padrino menuduh personel militer AS yang melaksanakan operasi tersebut telah membunuh dengan kejam sebagian besar tim keamanan Maduro, para prajurit, dan warga sipil yang tidak bersalah. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah korban.

Padrino juga menyebut Maduro sebagai pemimpin yang otentik dan sah bagi negara tersebut.

Pernyataan Padrino tersebut disampaikan sehari setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa tindakan militer AS pada Sabtu (3/1) berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Trump juga berjanji akan menegaskan kendali Amerika atas negara itu untuk sementara waktu dengan pasukan AS jika diperlukan.

Trump menuduh Maduro mengawasi pengiriman narkoba ke Amerika Serikat dan mempertahankan kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu.

Maduro, yang saat ini ditahan di sebuah fasilitas penahanan di New York sambil menunggu dakwaan terkait narkoba, telah menolak tuduhan tersebut, dan para pejabat di Caracas menyerukan pembebasannya.

Padrino juga menuntut pembebasan Maduro dan istrinya segera.

“Kami menuntut agar dunia memperhatikan dengan saksama segala sesuatu yang sedang terjadi terhadap Venezuela, terhadap kedaulatan dan Konstitusinya,” tambahnya.

Setelah AS menangkap Maduro, Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk segera mengambil alih jabatan sebagai presiden sementara.

Padrino juga mengatakan bahwa angkatan bersenjata telah memberikan dukungannya kepada Rodriguez.

“Kami sepenuhnya mendukung Dekret Keadaan Darurat Eksternal di seluruh wilayah nasional yang sebelumnya telah ditandatangani,” ucapnya.

Padrino menambahkan bahwa angkatan bersenjata negara itu akan terus menggunakan seluruh kemampuan yang tersedia untuk keamanan, pemeliharaan ketertiban internal, dan pelestarian perdamaian.

Sumber: Anadolu


Baca selanjutnya,
Rusia : Aksi Trump di Venezuela ilegal...

Tindakan Presiden AS Donald Trump di Venezuela tidak hanya "ilegal" tetapi juga memiliki "konsistensi tertentu," kata Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev pada Minggu (4/1).

Dalam pernyataannya kepada kantor berita negara Tass, Medvedev, yang juga pernah menjabat sebagai presiden Rusia, menggambarkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores oleh AS sebagai "pelanggaran hukum internasional yang jelas."

"Pada saat yang sama, harus diakui bahwa, terlepas dari ilegalitas yang jelas dari perilaku Trump, dia memiliki konsistensi tertentu. Dia dan timnya sangat gigih membela kepentingan nasional negara mereka," kata Medvedev.

Sembari menyebut tuduhan Maduro bahwa Washington berupaya untuk menguasai sumber daya negara, termasuk minyak, Medvedev berpendapat bahwa Trump "tidak menyembunyikannya" dan bahwa AS sekarang "tidak memiliki alasan untuk mencela negara kami, bahkan secara formal,"  merujuk pada perang Ukraina yang sedang berlangsung.

Pernyataan Medvedev tersebut muncul setelah Venezuela pada Sabtu (3/1) mengatakan bahwa AS telah menyerang instalasi sipil dan militer di beberapa negara bagian di negara itu, dan kemudian menyatakan keadaan darurat nasional.

Trump kemudian mengkonfirmasi serangan "skala besar" tersebut, dan bahwa Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar negeri.

Dia kemudian mengatakan AS akan "mengelola" Venezuela sampai transisi yang aman terjamin, dan memperbaiki infrastruktur minyaknya yang "rusak".

Presiden Venezuela dan istrinya dibawa ke pusat penahanan di New York, dan akan diadili atas tuduhan perdagangan narkoba.

Serangan tersebut terjadi setelah berbulan-bulan tekanan AS yang meningkat terhadap Maduro, yang dituduh Washington terlibat dalam perdagangan narkoba.

Maduro membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kesediaan untuk berdialog.

Sumber: Anadolu

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Venezuela: Sebagian besar tim keamanan Maduro tewas dalam operasi AS

Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026